BLORA – Satu unit bus sekolah bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora hingga kini belum juga dioperasikan.
Bus berkapasitas sekitar 25 penumpang tersebut telah diterima Pemkab Blora sejak Desember 2025.
Armada itu disiapkan untuk mendukung kebutuhan transportasi pelajar di Kabupaten Blora.
Baca Juga: Blora Sudah Punya 95 Dapur MBG, 43 Pengajuan Baru Masih Antre
Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinrumkimhub Blora Sunyoto mengatakan, bus belum dapat langsung digunakan karena ketika diserahkan kondisinya masih berstatus off the road.
Artinya, masih terdapat sejumlah proses administrasi kendaraan yang harus diselesaikan sebelum bus bisa digunakan untuk mengangkut pelajar.
"Bus diterima Pemkab Blora off the road, sehingga perlu mengubah faktur pajak yang semula atas nama Kementerian menjadi atas nama Pemkab Blora," kata Sunyoto.
Selain perubahan faktur pajak, Pemkab Blora juga perlu menyiapkan anggaran untuk proses penomoran kendaraan dan balik nama.
Setelah seluruh proses administrasi rampung, bus tersebut direncanakan mulai melayani pelajar pada jam berangkat dan pulang sekolah.
"Bus tersebut rencananya beroperasi pada pukul 06.00 WIB hingga 07.00 WIB untuk mengantar anak-anak berangkat sekolah. Kemudian layanan dilanjutkan pada pukul 13.00 WIB hingga 15.30 WIB untuk melayani pelajar saat pulang sekolah," jelasnya.
Meski demikian, keberadaan satu armada belum mampu menjangkau kebutuhan transportasi pelajar di seluruh wilayah Blora.
Sunyoto menyebut setidaknya dibutuhkan lima bus sekolah agar layanan tersebut dapat menjangkau lebih banyak peserta didik dan sekolah.
"Belum memenuhi, paling sedikit ada lima armada," ujarnya.
Karena itu, Dinrumkimhub Blora berharap penambahan armada dapat dilakukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Blora.
"Semoga ke depannya bisa menambah armada yang dari APBD Blora," paparnya.
Dengan tambahan armada, layanan transportasi sekolah diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pelajar sekaligus mendukung akses perjalanan mereka menuju dan dari sekolah. (*)