BLORA – Perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora terus meluas.
Saat ini terdapat 95 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah tercatat, tetapi sebagian belum dapat beroperasi secara penuh.
Di sisi lain, minat untuk mendirikan dapur MBG baru masih tinggi.
Sebanyak 43 pengajuan SPPG tercatat masuk melalui portal Badan Gizi Nasional (BGN) berdasarkan data awal Juni.
Baca Juga: Usai Dugaan Keracunan, 95 Dapur SPPG Blora Dipantau Tiap Bulan
Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Blora Artika Diannita mengatakan, dari 95 SPPG yang sudah tercatat, sekitar 90 di antaranya telah beroperasi. Lima lainnya masih menghadapi sejumlah persoalan.
“Sampai hari ini ada 95 SPPG berjalan. Namun yang beroperasi sekitar 90. Lima lainnya ada kendala. Seperti tidak cair dana, suspend dan lain sebagainya,” ujar Artika.
Antrean pendirian dapur baru menunjukkan tingginya minat terhadap program MBG di Blora.
Dari 43 pengajuan yang masuk, sembilan di antaranya diketahui sudah mencapai tahapan verifikasi dan survei lapangan.
Namun, perkembangan pengajuan lainnya saat ini sulit dipantau.
Hal itu terjadi setelah portal BGN yang sebelumnya digunakan untuk melihat status pengajuan tidak dapat lagi diakses oleh pihak daerah.
“Ini data per Juni awal. Ada sekitar 43 di portal BGN. Namun saat ini portal tersebut sudah tidak bisa diakses,” jelasnya.
Akibatnya, pihak SPPG di tingkat daerah belum mengetahui secara pasti perkembangan seluruh pengajuan tersebut, termasuk berapa yang akan melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Keputusan Tetap di Pusat
Artika menjelaskan, pemerintah daerah memiliki kewenangan yang terbatas dalam proses pendirian SPPG. Keterlibatan pihak daerah terutama dilakukan ketika pengajuan telah masuk tahap verifikasi administrasi tertentu dan survei lapangan.
Sementara keputusan akhir mengenai kelayakan pengajuan berada di tingkat pemerintah pusat.
“Kami di daerah hanya terlibat saat verifikasi lapangan dan survei lapangan. Proses lainnya langsung ke pusat. Layak atau tidak dari pusat,” tegasnya.
Dengan kondisi tersebut, jumlah dapur MBG di Blora masih sangat mungkin bertambah. Namun, puluhan pengajuan yang telah masuk belum otomatis menjadi SPPG yang beroperasi.
Selain menunggu keputusan terhadap pengajuan baru, sejumlah dapur yang telah tercatat juga masih harus menyelesaikan persoalan operasional agar seluruhnya dapat kembali berjalan secara optimal.(tos)