
BLORA — Pengawasan terhadap dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora diperketat setelah muncul kasus dugaan keracunan dan temuan penataan bahan makanan yang tidak sesuai di SPPG Sukorejo 2.
Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora memastikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendapat pemeriksaan rutin.
Sebanyak 95 SPPG yang beroperasi di wilayah Blora menjadi sasaran Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) setiap bulan.
Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG di Blora, SPPG Langsung Ditutup Sementara
Kepala Dinkesda Blora Edy Widayat mengatakan pemeriksaan dilakukan melalui puskesmas yang wilayah kerjanya mencakup lokasi SPPG.
Petugas kesehatan secara berkala mendatangi dapur untuk memastikan standar operasional prosedur (SOP) dijalankan.
"Pemantauan itu tidak ada anggaran dari Badan Gizi Nasional. Kami juga berencana untuk melaksanakan sidak ke dapur-dapur yang punya catatan khusus," ujarnya.
Menurut Edy, IKL tidak hanya memeriksa kondisi fisik dapur.
Petugas juga melihat aspek keamanan pangan serta memastikan proses makanan sejak bahan baku hingga diterima penerima manfaat berjalan sesuai ketentuan.
Rantai makanan menjadi salah satu perhatian utama dalam pemeriksaan.
Tahap yang dipantau meliputi pemilihan bahan, penyimpanan, proses pengolahan, pengemasan hingga pendistribusian makanan.
"Kami selalu mengingatkan SPPG tentang rantai makanan. Meliputi pemilihan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan, pengemasan dan pendistribusian ke penerima manfaat," jelasnya.
Kebersihan peralatan yang digunakan untuk menyiapkan makanan juga menjadi bagian dari pengawasan.
Petugas puskesmas akan memberikan catatan apabila menemukan kondisi yang tidak sesuai saat inspeksi.
Temuan tersebut tidak berhenti pada pemeriksaan di lapangan. Dinkesda dapat melakukan pembinaan dan menyampaikan catatan hasil IKL kepada Satgas MBG Kabupaten Blora sebagai bahan tindak lanjut.
Jika sebuah dapur memiliki catatan khusus dan tidak menunjukkan perbaikan, Dinkesda dapat melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan rekomendasi sebelumnya telah dijalankan.
Edy menegaskan keamanan dalam seluruh rantai penyediaan makanan menjadi hal yang sangat penting.
Pengawasan rutin diharapkan dapat mencegah persoalan serupa sekaligus memastikan makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat memenuhi aspek keamanan dan kebersihan.
Dengan pola pengawasan tersebut, 95 SPPG di Blora tidak hanya diperiksa ketika muncul persoalan.
Pemeriksaan berkala oleh puskesmas menjadi bagian dari upaya menjaga standar kesehatan lingkungan dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG. (*/him)
Editor : Abdul Rochim