Jembatan Sumber di Blora Tak Kunjung Diperbaiki, Pengguna Jalan Khawatir Putus saat Musim Hujan

Eko Santoso • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:54 WIB

LAMBAT: Kondisi Jembatan Sumber, Kecamatan Kradenan, yang hingga kini belum diperbaiki. (EKO SANTOSO/RADAR PATI)
LAMBAT: Kondisi Jembatan Sumber, Kecamatan Kradenan, yang hingga kini belum diperbaiki. (EKO SANTOSO/RADAR PATI)

BLORA – Kerusakan Jembatan Sumber di Kecamatan Kradenan, Blora, hingga kini belum mendapat penanganan.

Kerusakan yang terjadi sekitar setahun lalu menyebabkan badan jalan di sisi selatan jembatan ambles dan membahayakan pengguna jalan.

Kondisi tersebut membuat warga khawatir, terlebih musim penghujan diperkirakan segera tiba.

Warga meminta Pemkab Blora melakukan penanganan sementara agar kerusakan tidak semakin parah dan akses jalan tidak sampai terputus.

Baca Juga: Kelurahan Ngawen Blora Pilot Project Intervensi Kemiskinan Berbasis Pemuda

Warga Sumber, Djoko Sutrisno, mengatakan kondisi jembatan saat ini cukup membahayakan pengguna jalan.

Selain mengganggu arus kendaraan, kerusakan tersebut juga berpotensi memicu kecelakaan.

“Siapapun yang melintas pasti akan merasa prihatin atas kerusakan ini karena tidak segera diperbaiki,” ujarnya.

Menurut Djoko, kerusakan jembatan bahkan pernah menyebabkan pengendara terperosok ke jurang.

Seorang pemuda dilaporkan jatuh pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB karena tidak mengetahui kondisi medan. Korban kemudian berhasil dievakuasi warga.

“Anaknya Pak Kamituo Turi jatuh ke jurang karena tidak mengenal medan. Minimnya penerangan juga membuat jembatan ini sangat berbahaya,” tandasnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan bagian sayap jembatan mengalami kerusakan akibat abrasi dan longsoran.

Sebagian badan jalan ikut ambles sehingga kendaraan harus melintas secara bergantian melalui satu jalur yang tersisa.

Kerusakan badan jalan diperkirakan mencapai panjang 20 meter dengan lebar sekitar 2 meter.

Kondisi tersebut membuat kendaraan berat seperti truk dan bus tidak dapat melintas. Pengendara juga harus ekstra waspada, terutama saat malam hari.

Rambu peringatan dan pembatas di sekitar area longsoran juga sudah tidak terlihat.

Kondisi itu meningkatkan risiko kecelakaan karena pengguna jalan tidak mendapat penanda yang cukup mengenai bahaya di lokasi.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Blora, Danang Adiamintara, mengatakan penanganan Jembatan Sumber sebenarnya menjadi kewenangan BNPB.

Sebelumnya, BNPB telah memiliki rencana untuk menangani kerusakan tersebut.

“Namun apabila nanti tidak ada perkembangan akan kami ajukan untuk perbaikan di APBD 2027,” katanya.

Danang menjelaskan, perbaikan tidak dapat dilakukan secara asal-asalan karena konstruksi jembatan harus diperkuat dari bagian dasar hingga struktur atas.

Debit air yang tinggi saat musim penghujan menjadi salah satu pertimbangan.

“Jika ditangani sementara atau cuma diurug itu tidak akan menyelesaikan karena dasarnya sudah rentan,” tambahnya. (tos)

Editor : Abdul Rochim
Jembatan Sumber bnpb kradenan blora Dinas PUPR Blora