Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kelurahan Ngawen Blora Pilot Project Intervensi Kemiskinan Berbasis Pemuda

AAbdul Rochim
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI)
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI)

Advertisement

BLORA – Kelurahan Ngawen, Kabupaten Blora, ditetapkan sebagai lokasi percontohan pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan pemuda.

Advertisement

Advertisement

Program tersebut merupakan bagian dari Desa/Kelurahan Mandiri Sejahtera Berbasis Pemberdayaan Pemuda yang digagas Pemprov Jawa Tengah.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora Luluk Kusuma Agung Ariadi mengatakan program dirancang melalui intervensi lintas sektor.

Tidak hanya menyasar pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

“Intervensinya tidak hanya berupa bantuan sosial, tetapi juga diarahkan pada pemberdayaan agar masyarakat memiliki kemandirian secara ekonomi,” katanya, Kamis (20/8/2026).

Berdasarkan data Terpadu Sasaran Intervensi Kemiskinan (DTSEN) Januari 2026, terdapat 430 pemuda kurang mampu secara ekonomi di Kelurahan Ngawen. Mereka masuk kategori Desil 1 hingga 4 dari total 1.344 pemuda.

Untuk mendukung program tersebut, Pemprov Jateng bersama sejumlah instansi menyiapkan intervensi senilai Rp279,47 juta.

Sebanyak Rp 184,47 juta atau 66,01 persen dialokasikan untuk pemenuhan pelayanan dasar.

Anggaran itu antara lain digunakan untuk pemugaran lima rumah tidak layak huni (RTLH) senilai Rp100 juta, pembangunan jamban sehat bagi 11 rumah tangga Rp 70,07 juta, serta pemasangan sambungan listrik baru untuk empat rumah tangga senilai Rp 6 juta melalui Baznas Jateng.

Selain itu, tersedia bantuan sosial Kartu Jateng Ngopeni Rp 4,8 juta bagi dua penerima, Beasiswa Siswa Miskin (BSM) Rp 3 juta untuk tiga siswa SMA/SMK/SLB, serta BLT dari DBHCHT Rp 600 ribu bagi satu penerima.

Sementara itu, Rp 95 juta atau 33,99 persen dialokasikan untuk pemberdayaan ekonomi.

Dana tersebut mencakup bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Rp 60 juta bagi tiga kelompok, permodalan Usaha Ekonomi Perseorangan (UEP) Rp 30 juta untuk 10 mustahik produktif, serta PPSE Rp 5 juta bagi satu KPM.

Luluk berharap kombinasi program tersebut dapat menangani kemiskinan secara menyeluruh, mulai dari kebutuhan dasar hingga penguatan ekonomi.

Program juga diperkuat pendampingan melalui KKN Tematik Pemberdayaan Pemuda dari Universitas Sains Teknologi Ekonomi Digital Indonesia Semarang.

“Pendampingan tersebut diharapkan mampu memastikan bantuan dan program pemberdayaan dapat berjalan tepat sasaran serta memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Kelurahan Ngawen,” ujarnya. (ari/him)

 

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Aktivis Blora Hanya Dua Orang Berangkat ke Jakarta, Isu 20 Bus Dipastikan Hoaks

Aktivis Blora Hanya Dua Orang Berangkat ke Jakarta, Isu 20 Bus Dipastikan Hoaks

Isu 20 bus membawa aktivis Blora ke Jakarta dipastikan hoaks. Polisi menyebut hanya dua aktivis yang telah berangkat secara pribadi untuk mengikuti aksi 27 Agustus 2026.

ASN Blora Desil 3, Sedangkan Buruh Tani Malah Masuk Desil 7, Ini Dampaknya

ASN Blora Desil 3, Sedangkan Buruh Tani Malah Masuk Desil 7, Ini Dampaknya

Di tengah pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang masih dinamis, muncul sejumlah kasus yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat di lapangan.

Usai Dipenjara 11 Tahun, Pemuda di Blora Kini Nekat Bobol 7 Rumah

Usai Dipenjara 11 Tahun, Pemuda di Blora Kini Nekat Bobol 7 Rumah

Residivis di Blora kembali ditangkap setelah diduga membobol tujuh rumah di Kecamatan Jiken. Pelaku sebelumnya menjalani hukuman 11 tahun dan kini dijerat kasus pencurian dengan pemberatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer