BLORA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mulai merehabilitasi tiga fasilitas kesehatan (faskes) pada 2026.
Ketiganya berada di wilayah Randublatung, Banjarejo, dan Tunjungan.
Perbaikan tersebut menggunakan anggaran APBD murni 2026 dan akan dilanjutkan melalui APBD Perubahan. Seluruh pekerjaan dilaksanakan melalui mekanisme lelang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora Edy Widaya mengatakan, tahun ini terdapat dua puskesmas dan satu rumah sakit umum daerah (RSUD) yang mendapatkan rehabilitasi.
Baca Juga: Pembangunan Pasar Ngawen Molor Lagi, Bupati Blora: Terus Terang Kami Kecewa
"Untuk tahun ini ada dua puskesmas dan satu RSUD yang direhabilitasi. Semua menggunakan APBD 2026 dan prosesnya melalui lelang," ujarnya.
Dua proyek berada di tingkat puskesmas. Pertama, rehabilitasi gedung persalinan Pustu Tunjungan dengan pagu anggaran sekitar Rp 572 juta.
Kemudian, rehabilitasi Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) Puskesmas Banjarejo dengan anggaran sekitar Rp 572 juta.
Kedua pekerjaan tersebut saat ini masih dalam tahap evaluasi proses lelang.
Sementara itu, proyek dengan nilai anggaran terbesar berada di RSUD Samin Surosentiko Randublatung.
Pemkab Blora mengalokasikan sekitar Rp 5 miliar untuk pembangunan gedung rawat inap.
"Untuk RSUD Randublatung, sekarang masuk masa sanggah," jelas Edy.
Jika seluruh pagu digabungkan, total anggaran untuk tiga proyek rehabilitasi dan pembangunan fasilitas kesehatan tersebut mencapai sekitar Rp 6,14 miliar.
Edy berharap peningkatan fasilitas kesehatan tersebut tidak hanya memperbaiki kondisi bangunan, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Harapannya tentu pelayanan kepada masyarakat semakin baik," tambahnya.
Pemkab Blora menargetkan rehabilitasi sejumlah fasilitas tersebut dapat mendukung pelayanan kesehatan yang lebih optimal sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah selatan hingga tengah Kabupaten Blora. (tos/him)
Editor : Abdul Rochim