BLORA – Sebanyak 4.650 ruang kelas di berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Blora masih mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari ringan, sedang, hingga berat.
Untuk mempercepat penanganannya, Dinas Pendidikan Kabupaten Blora mengupayakan program revitalisasi melalui dukungan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan pemerintah daerah.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Blora, Sandy Tresna Hadi, menjelaskan jumlah tersebut merupakan akumulasi ruang kelas yang rusak di jenjang SMP, SD, TK, hingga kelompok belajar.
Baca Juga: Sudah Telan Anggaran Hibah Rp 9,3 Miliar, Gedung Baru Kejari Blora Belum Juga Ditempati
Menurutnya, data tersebut menunjukkan masih besarnya kebutuhan perbaikan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Blora.
Berdasarkan pendataan Dinas Pendidikan, pada jenjang SMP terdapat 381 ruang kelas rusak ringan, 307 rusak sedang, dan 146 rusak berat.
Sementara di jenjang SD tercatat 1.067 ruang kelas rusak ringan, 1.031 rusak sedang, serta 589 rusak berat.
Untuk jenjang TK, terdapat 371 ruang kelas rusak ringan, 177 rusak sedang, dan 75 rusak berat.
Adapun pada kelompok belajar tercatat 148 ruang kelas rusak ringan, 52 rusak sedang, dan 17 rusak berat.
Sebagai langkah penanganan, Dinas Pendidikan telah mengusulkan program revitalisasi kepada pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.
Usulan tersebut mencakup 130 sekolah dasar (SD), 25 sekolah menengah pertama (SMP), serta 45 satuan pendidikan anak usia dini (PAUD).
Selain mengandalkan program revitalisasi, pada tahun anggaran 2026 sebanyak delapan sekolah di Kabupaten Blora juga memperoleh Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui aspirasi DPRD Jawa Tengah dengan total nilai Rp 1,5 miliar.
Delapan sekolah penerima bantuan terdiri atas enam SD dan dua SMP. Untuk jenjang SMP, bantuan diberikan kepada SMP Negeri 1 Tunjungan dan SMP Negeri 2 Banjarejo.
Masing-masing memperoleh alokasi Rp200 juta yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan ruang komputer, penambahan ruang kelas, serta rehabilitasi ruang belajar.
Sementara enam SD penerima bantuan yakni SD Negeri 2 Sukorejo, SD Negeri 2 Tambahrejo, SD Negeri Bradak, SD Negeri Karangtengah, SD Negeri 2 Nglebur, dan SD Negeri 2 Sarimulyo.
SD Negeri 2 Nglebur menerima bantuan Rp100 juta, sedangkan lima sekolah lainnya masing-masing memperoleh Rp200 juta.
Dana tersebut akan digunakan sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.
Seperti pembangunan ruang perpustakaan, rehabilitasi ruang kelas, maupun pembangunan ruang belajar baru guna meningkatkan kenyamanan proses belajar mengajar. (fik)
Editor : Abdul Rochim