BLORA – Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Gedongsari, Kecamatan Banjarejo, mengalami kendala serius.
Pondasi yang dinilai tidak layak membuat tembok bangunan retak hingga posisi gedung terlihat miring. Akibatnya, bagian tembok yang rusak langsung dibongkar untuk dibangun kembali.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lokasi kemarin, KDMP Gedongsari berdiri di lahan milik desa yang berada di Jalan Raya Kamolan–Banjarejo, Dukuh Kenduruan.
Baca Juga: Ambles Lagi Usai Diperbaiki, Satu Rumah di Tunjungan Blora Roboh
Saat ini, pembangunan belum sepenuhnya rampung, terutama pada bagian atap yang masih belum terpasang.
Kepala Desa Gedongsari, Irfan Zamroni, menjelaskan bahwa proses pembangunan diawali dengan pengurukan lahan pada Februari lalu.
Desa turut mendukung dengan menyediakan tanah urukan setinggi sekitar satu meter dari lahan kosong yang tersedia.
“Untuk pengurukan itu, pihak desa mendukung dengan menguruk setinggi 1 meter. Kebetulan ada lahan kosong, sehingga bisa diambil tanahnya,” ujarnya.
Ia menyebut, progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 70 persen. Pekerjaan yang tersisa tinggal pemasangan atap, dengan material yang sudah tersedia.
“Materialnya sudah datang, tinggal dirangkai dan dipasang. Paling butuh waktu satu bulan sudah selesai,” katanya.
Terkait keretakan tembok, Irfan mengaku belum mengetahui secara pasti penyebabnya. Namun, ia memastikan akan meminta pekerja untuk melakukan perbaikan jika ditemukan kerusakan.
Ia juga menjelaskan bahwa rangka atap dirakit di luar lokasi sebelum dipasang di bangunan.
Menurutnya, pengerjaan sempat melambat karena kenaikan harga besi yang memengaruhi perhitungan biaya. Saat ini, jumlah pekerja berkisar 10 hingga 11 orang.
“Pekerja masih ada, tapi pelan-pelan. Alasannya harga besi naik, jadi masih dihitung. Sabtu masih bekerja, Minggu libur,” jelasnya.
Sementara itu, Komandan Rayon Militer Banjarejo, Kapten Munawar, mengungkapkan bahwa keretakan tembok terjadi akibat kesalahan saat proses pengurukan.
Alat berat seperti buldozer dan ekskavator diduga menyenggol bangunan hingga menyebabkan retak.
“Setelah ada retak ini, kami langsung melakukan pembongkaran pada tembok KDMP tersebut. Nantinya akan dibangun ulang,” tegasnya.
Ia menambahkan, proses pembangunan akan tetap dilanjutkan. Para pekerja masih aktif setiap hari, sementara Babinsa rutin melaporkan perkembangan proyek melalui dokumentasi. (ari/lin)