BLORA – Tingkat partisipasi masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Blora masih perlu ditingkatkan.
Pada pelaksanaan tahun lalu, capaian program baru menyentuh 68,8 persen.
Tahun ini, Dinas Kesehatan Blora menargetkan partisipasi meningkat menjadi 80 persen.
Baca Juga: Warga Sambongrejo Blora Keluhkan Jalan Rusak Dampak Proyek Inpres Jalan Daerah
Kepala Dinkes Blora Edi Widayat menjelaskan, strategi perluasan layanan dilakukan dengan melibatkan 16 klinik yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Dengan begitu, akses masyarakat terhadap layanan pemeriksaan kesehatan semakin luas.
‘’Pelaksana bukan hanya puskesmas, tapi juga klinik yang bekerja sama dengan BPJS. Artinya juga melibatkan pihak swasta,” ujarnya.
Menurutnya, klinik yang tergabung memiliki kewajiban melayani peserta yang terdaftar sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Hal ini memudahkan peserta BPJS mendapatkan layanan pemeriksaan di fasilitas kesehatan rujukan masing-masing.
”Klinik kan wajib ada dokternya, dan dokter itu yang menjadi pelaksana pemeriksaan,” katanya.
Selain memperluas titik layanan, Dinkes Blora juga terus menggencarkan sosialisasi melalui puskesmas dan tenaga kesehatan di lapangan agar masyarakat semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala.
“Walaupun ini sudah masuk tahun kedua, sosialisasi tetap kita lakukan supaya masyarakat tahu dan mau memanfaatkan layanan CKG,” jelasnya.
Peningkatan target partisipasi ini diharapkan mampu memperkuat deteksi dini penyakit sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
‘’Target tahun ini kita naikkan menjadi 80 persen,” ucapnya.
Selain program CKG, layanan kesehatan lain seperti Spesialis Keliling (Speling) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tetap direncanakan berjalan, meski pelaksanaannya masih menunggu petunjuk lanjutan.
‘’Program dari provinsi itu tetap ada, tapi pelaksanaannya masih menunggu petunjuk lebih lanjut,” tandas Edi. (ari)
Editor : Abdul Rochim