BLORA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM di Kabupaten Blora, khususnya sektor pangan.
Salah satunya dirasakan oleh usaha roti dan kue milik Dartik di Desa Kamolan, Kecamatan Kota.
Sejak program MBG berjalan, permintaan produk meningkat drastis. Produksi yang sebelumnya terbatas kini melonjak hingga 3.000 sampai 5.000 roti per hari.
Baca Juga: Siap Sambut Arus Mudik! Enam Masjid di Blora Disulap Jadi Tempat Istirahat Nyaman Pemudik
Usaha yang dijalankan di rumah pribadinya itu kini menjadi pusat aktivitas produksi.
Di bagian teras, tiga oven besar digunakan untuk memanggang roti, sementara pekerja lain sibuk menyiapkan adonan bolu, donat, dan berbagai jenis kue.
Proses produksi berlangsung intensif, mulai dari pencampuran bahan seperti tepung, telur, dan gula, hingga penggorengan donat dan pemberian topping sebelum dikemas.
Dartik mengungkapkan, peningkatan pesanan membuatnya mampu memperluas usaha sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.
Baca Juga: Jalur Alternatif Disiapkan, Dishub Pati Jamin Aman untuk Pemudik Lebaran 2026
Jumlah tenaga kerja yang semula 17 orang kini bertambah menjadi 25 orang, bahkan seluruhnya telah didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Beragam produk yang dihasilkan antara lain pizza, roti O, donat, dan roti kopi, yang disesuaikan dengan permintaan dari dapur MBG.
Saat ini, usahanya telah menjalin kerja sama dengan lima SPPG dan dalam waktu kurang dari sebulan mampu memproduksi puluhan ribu roti.
Selama bulan Ramadan saja, total produksi telah menembus lebih dari 20 ribu unit.
Selain itu, Dartik juga mengembangkan usaha bolang-baling dengan merek Zevana yang telah membuka kemitraan sejak 2023.
Kini, jaringan mitranya telah mencapai 40 titik yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Yogyakarta.
Pemerintah Kabupaten Blora sendiri terus mendorong agar program MBG melibatkan pelaku UMKM serta memanfaatkan bahan baku lokal.
Hal ini bertujuan untuk memperkuat dampak ekonomi bagi masyarakat.
Bupati Blora, Arief Rohman, menegaskan pentingnya sinergi tersebut.
Ia berharap program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan warga.
“Kami ingin program ini memberi efek ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.