Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

HENING! Rombongan Kirab Pusaka di Blora Berjalan tanpa Sepatah Kata Pun

Abdul Rochim • Sabtu, 6 Desember 2025 | 03:04 WIB
Rombongan kirab pusaka milik Pemkab Blora berjalan tanpa bicara sembari membawa pusaka.
Rombongan kirab pusaka milik Pemkab Blora berjalan tanpa bicara sembari membawa pusaka.

BLORA — Suasana hening menyelimuti Pendapa Rumah Dinas Bupati Blora pada Kamis malam, ketika prosesi Kirab Temu Gelang digelar untuk menyambut Hari Jadi ke 276 Kabupaten Blora.

Tradisi tahunan ini kembali menghadirkan laku tapa bisu, di mana para peserta berjalan tanpa sepatah kata pun sambil membawa sejumlah pusaka, termasuk Keris Kiai Bisma.

Kirab dilepas langsung oleh Bupati Blora, Arief Rohman, sekitar pukul 23.30.

Setelah menerima Keris Kiai Bisma dari bupati, Kepala Dindagkop UKM Blora, Kiswoyo, memimpin barisan pembawa pusaka.

Di belakangnya, anggota komunitas tosan aji membawa berbagai benda warisan budaya lainnya seperti kendi tanah liat, keris, dan tombak.

Rombongan kemudian beringsut perlahan menyusuri rute melingkari pendapa dan rumah dinas bupati serta wakil bupati.

Arak-arakan bergerak melalui Jalan RA Kartini, Jalan Dr. Sutomo, Jalan Gunung Sumbing, Jalan Pemuda, lalu kembali menuju alun-alun dan pendapa kabupaten.

Sepanjang jalur yang dilewati, warga tampak antusias mendokumentasikan momen langka tersebut dengan kamera ponsel mereka.

Agus, warga yang menunggu di persimpangan Jalan Dr. Sutomo–Gunung Sumbing, mengaku sengaja datang setelah mengetahui informasi kirab dari media sosial.

“Tadi ingin lihat langsung. Ternyata suasananya hening sekali dan sangat khidmat. Semua pakai busana adat Jawa. Rasanya seperti lihat kirab di Solo atau Jogja,” ujarnya.

Prosesi tahun ini diikuti lebih banyak unsur pemerintah. Kepala Dinporabudpar Blora, Iwan Setiyarso, menjelaskan bahwa peserta kirab meliputi jajaran forkopimda, Ketua TP PKK, seluruh kepala OPD, pejabat eselon III, para camat, kepala kelurahan, serta perwakilan kepala desa dari 16 kecamatan.

Mereka mengenakan beskap landung gaya Surakarta tanpa keris dan tanpa blangkon, sedangkan undangan perempuan memakai kebaya atau pakaian adat Samin.

Kemeriahan acara juga dilengkapi dengan kehadiran paguyuban Sedulur Sikep (Samin), komunitas Permadani, serta penampilan tari golek campursari dari LPK Merpati Blora. Alunan cokekan gamelan Jawa menambah kekhidmatan suasana.

Bupati Arief Rohman menyampaikan bahwa Kirab Temu Gelang merupakan agenda rutin yang dilaksanakan satu pekan sebelum peringatan hari jadi Kabupaten Blora.

“Prosesi ini bukan sekadar tradisi, tetapi bentuk penghormatan pada leluhur sekaligus doa agar Blora selalu diberi keselamatan dan keberkahan,” ujarnya. (ari/him)

Editor : Abdul Rochim
#Keris Kiai Bisma #Pusaka #Tapa Bisu #kirab pusaka #Hari Jadi ke 276 Kabupaten Blora #blora