BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora menyasar sebanyak 95.620 pelajar untuk mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Dari skrining Dinas Kesehatan Blora, usia remaja terbanyak mengalami penyakit anemia.
Bupati Blora Arief Rohman setelah melaunching kegiatan CKG di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Blora menyampaikan, perlunya pemeriksaan kesehatan gratis untuk para pelajar.
Sebab, ada pemeriksaan gigi, mata, telinga hidung tenggorokan (THT) dan sebagainya.
“Kegiatan ini memang perlu dan ada yang tingkat darah rendah. Ini upaya dari Presiden Prabowo untuj mengantisipasi seluruh masyarakat diperiksa termasuk para pelajar,” ujarnya.
Pihaknya menambahkan, kedepannya setelah ada launching itu setiap sekolah tentu kerja sama dengan puskesmas.
Puskesmas masing-masing untun melakukan pemeriksaan dan sudah dianjurkan.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Blora Edy Widayat mengatakan, untuk sasaran ini darj usia 7 sampai 17 tahun.
Untuk Blora inj sasaran di yingkat pelajar sebanyak 95.620 siswa dan sudah dimulai 16 Juli lalu.
“Pelaksanaan di sekolah ini setiap hari sesuai dengan jadwal kemampuan tenaga dan persiapan barang habis pakai di masing-masing puskesmas,” katanya.
Edy menjelaskan, saat ini untuk remaja macam-macam diagnosa penyakitnya.
Untuk remaja banyak yang mengalami anemia dan untuk lansia itu penyakit hipertensi.
Untuk pelajar itu tidak ada syarat untuk pemeriksaan kesehatan gratis, cukup menjadi pelajar di sekolah tersebut.
"Ketika anak memiliki BPJS kesehatan, jika ada penyakit maka bisa segera diberikan rujukan,” tuturnya.
Ia menyampaikan, Blora menjadi nomor tiga terbaik di Jawa Tengah sebagai daerah dengan antusiasme yang cukup besar.
Mulai Februari sudah tercatat 25 persen dari total penduduk di Blora.
“Penduduk sekitar 243 ribu, dan ini terus kami tingkatkan untuk puskesmas melakukan sosialisasi program ke masyarakat,” ungkapnya. (ari/him)
Editor : Abdul Rochim