BLORA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali merevisi desain pembangunan Pasar Ngawen.
Pasalnya, usulan anggaran pembangunan senilai Rp 38 Miliar untuk pembangunan Pasar Ngawen harus proporsional dan memenuhi standard.
Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (DindagkopUKM) Margo Yuwono mengaku masih dalam tahap pengembangan desain Pasar Ngawen.
Sebab, telah berulang-ulang kali Kementerian PUPR melakukan revisi desain.
“Yang paling disorot oleh Kementerian PUPR adalah struktur bangunan. Penataan parkir, sirkulasi udara, pencahayaan, tata letak pedagang dan blok itu masih revisi,” ucapnya.
Ia menambahkan, bupati dan jajarannya terus melakukan koordinasi dengan pusat terkait pembangunan kembali Pasar Ngawen.
Prosesnya tidak mudah, namun akan disusahakan mulai persetujuan pada 2025.
“Kami juga optimis di tengah-tengah efisiensi anggaran. Usulan Rp 38 miliar itu sepenuhnya kami sampaikan kepada kementerian,” ujarnya.
Margo menyampaikan, Pemkab Blora melakukan rapat koordinasi melalui rapat online bersama Kementerian PUPR dan belum mencapai kesepakatan.
Selalu ada revisi setiap pemaparan desain yang dibuat.
“Tentu pelajaran bagi kami untuk terus mengembangkan desain yang lebih baik lagi. Semoga saja impian bupati bisa diwujudkan tahun ini untuk Pasar Ngawen,” katanya. (ari/amr)
Editor : Syaiful Amri