Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Merawat Pusaka Kekancingan, Blora Gelar Tradisi Jamasan Tahunan

Syaiful Amri • Sabtu, 7 Desember 2024 | 02:13 WIB
PERAWATAN: Tim penjamas keris milik Bupati Blora terdahulu membersihkan benda pusaka di pendopo Rumah Dinas Bupati Blora. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADARPATI.ID)
PERAWATAN: Tim penjamas keris milik Bupati Blora terdahulu membersihkan benda pusaka di pendopo Rumah Dinas Bupati Blora. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADARPATI.ID)

BLORA, RADARPATI.ID - Tradisi jamasan pusaka atau membersihkan benda pusaka milik Bupati Blora terdahulu.

Hal itu dilakukan untuk melestarikan tradisi turun-temurun dan menjaga keaslian benda pusaka.

Meiriko Nazamudin selaku penjamas dalam kegiatan Jamasan Pusaka menjelaskan, tradisi jamasan pusaka atau membasuh benda pusaka itu dilakukan setiap setahun sekali menjelang hari ulang tahun Kabupaten Blora.

Tradisi itu dilakukan bertujuan untuk merawat, meminta keselamatan, membersihkan dan melestarikan benda pusaka peninggalan pada masa kerajaan.

"Benda pusaka yang dibersihkan ini merupakan pusaka kekancingan, pusaka yang dahulunya digunakan untuk memilih Bupati Blora sebelum ada Pemilihan Umum. Blora ini salah satu kabupaten yang memiliki aset pusaka kekancingan yang dimungkinkan pada zaman peralihan Majapahit dan Demak," jelasnya.

Ia menambahkan, prosesi tersebut digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, kemarin.

Kegiatan Jamasan pusaka itu rutin dilaksanakan setiap setahun sekali.

Prosesi jamasan pusaka itu diawali oleh pembersihan keris dengan menggunakan air kelapa untuk menghilangkan sisa-sisa minyak dan karat pada bilah keris.

Selanjutnya masuk dalam proses pembilasan menggunakan air jeruk dan sabun.

"Penggunaan air jeruk dan sabun itu untuk melarutkan warangan yang lama sampai menjadi putih bersih. Setelah itu lanjut pada proses warangan dengan menggunakan cairan warangan yang berbahan baku perasan jeruk nipis dan cairan asenik," tuturnya.

Meiriko mengatakan untuk melakukan proses penjamasan itu butuh waktu sekitar lima jam.

Setelah melakukan jamasan pusaka, keris yang telah dibersihkan akan disimpan terlebih dulu.

"Disimpan ke tempatnya dan malam akan dilakukan kirab pusaka. Mengelilingi pendopo rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati Blora," ujarnya.(ari/ali/amr/cori).

Editor : Syaiful Amri
#Bupati Blora #blora #Jamasan Pusaka