BLORA, RADARPATI.ID – Meski sudah mengantongi rekomendasi dari PKB, Nasdem, PSI, dan belakangan PKS yang akan menyusul, Arief Rohman tetap ajak partai-partai lain.
Ia ingin membentuk koalisi besar.
Sambil menunggu rekom dari PKS itu, untuk maju Pilkada 2024, hingga saat ini pasangan Arief Rohman-Sri Setyorini (Asri) bila dikalkulasi sudah memiliki modal lebih dari cukup.
Sebab setidaknya sudah ada 16 kursi DPRD Blora yang mendukung ASRI.
Dengan rincian PKB 11 kursi, Nasdem 5 kursi, dan PSI sebagai partai pendukung karena belum mendapatkan kursi di DPRD Blora.
Sedangkan PKS jika nanti rekomendasi turun, akan ada tambahan 3 kursi.
Dengan demikian, syarat minimal partai atau koalisi partai mengusung calon Bupati dan calon wakil Bupati, minimal memperoleh 9 kursi (20 persen dari total 45 kursi DPRD).
Bagi pasangan ASRI syarat itu sudah terpenuhi, dan bahkan lebih dari cukup.
Meski sudah lebih dari cukup, Arief Rohman masih terus mengajak partai lain untuk bergabung.
Dengan tujuan ingin mengajak semua pihak bersama membangun Blora.
"Kalau PKS memang belum menerima langsung, tapi ya sudah dapat kabar begitu," imbuhnya.
Baca Juga: Pemkab Rembang Gandeng Akademisi Siapkan Perda Kawasan Tanpa Rokok
Selain itu pihaknya juga serius menjalin komunikasi dengan partai lain, di antaranya Golkar.
Arief bahkan sudah bertemu dengan desk Pilkada partai Golkar di Jateng dan di Pusat.
"Sudah ketemu Pak Iqbal ketua DPP ketua desk Pilkada pusat yang mengurusi Jateng. Ya kita berbicara membangun Blora ke depan," tuturnya.
Tak hanya itu pihaknya juga sudah menjalin komunikasi serius dengan Demokrat.
Bahkan sempat bertemu dengan SBY.
"Intinya kami mengajak semuanya. Kami komunikasi. Tidak menutup diri untuk bersama-sama," tuturnya.
Sementara terkait Gerindra sendiri, pihaknya juga menjalin komunikasi ke pusat.
Dengan kondisi demikian ia berharap semua yang berkomitmen ingin membangun Blora, dan memiliki visi yang sama bisa maju bersama.
"Kita serahkan saja kewenangan ke Partai untuk menentukan. Kita gak bisa mendekte. Visi misi gimana, kebersamaan gimana. Kita mengajak bersama," tambahnya.
Menurutnya politik dinamis. Untuk itu akan ada banyak kemungkinan.
Namun ia menginginkan adanya kebersamaan.
"Namanya politik ada plan a, b, ya harus siap. Namun kita bangun nafas kebersamaan," tambahnya. (TOS)
Editor : Abdul Rochim