KOTA, RADARPATI.ID - Fenomena kekurangan murid baru yang banyak dialami sekolah dasar negeri (SDN) di Blora pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) perlu evaluasi mendalam.
Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Blora tak akan merencanakan regrouping sekolah yang sepi murid.
Sebelumnya diberitakan Sebanyak 530 Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kabupaten Blora kekurangan murid.
Tercatat, hingga Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ditutup, hanya 42 SD yang memenuhi kuota rombongan belajar (rombel) sebanyak 28 siswa.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Nuril Huda menjelaskan, tidak ada sekolah di Blora yang mengalami regrouping atau tutup di tahun ini.
Dari jenjang TK/PAUD, SD dan SMP tidak ada sekolah yang harus di-regrouping di Blora.
"Meski Sepi peminat, kami tidak ada rencana untuk regrouping sekolah untuk tahun ini. Kami masih mengevaluasi dan validasi data hasil dari PPDB saat ini," ucapnya.
Ia menambahkan, tindakan regrouping terakhir yang dilakukan Disdik Blora pada 2020.
Kendati tak ada sekolah yang mengalami regrouping atau tutup tahun ini, Nuril tak menampik adanya sejumlah sekolah yang mengalami kekurangan murid.
"Kami masih menimbang banyak hal untuk wacana regrouping. Mulai dari fasilitas pelayanan kepegawaian guru, wilayah geografis sekolah dan dapat bantuan BOS Daerah," ujarnya.
Ketua Komisi D DPRD Blora Ahmad Labib Hilmy menyoroti kekurangan murid di SD Negeri yang ada di Blora pada PPDB tahun ini.
Ia mengatakan, pemerintah kabupaten (pemkab) khususnya disdik harus sadar, bahwa dalam pendidikan saat ini harus berlomba-lomba.
"Ditambah muatan-muatan lokal yang ditawarkan kepada masyarakat juga baik. Harus menjadi evaluasi dan introspeksi bersama. Agar pendidikan di SD Negeri ini bisa bersaing dengan swasta,” ucapnya. (ari)
Editor : Abdul Rochim