Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Waspada! Tujuh Orang Meninggal Dunia Akibat DB di Blora, Berikut Tips Pencegahanya

Eko Santoso • Kamis, 8 Februari 2024 | 23:43 WIB
PENUH: Salah satu ruang anak di RSUD dr. R Soetijono Blora yang penuh pasien.
PENUH: Salah satu ruang anak di RSUD dr. R Soetijono Blora yang penuh pasien.

BLORA, RADARPATI.ID - Awal 2024 kasus deman berdarah di Kabupaten Blora kembali meningkat.

Sejauh ini tujuh orang meninggal dunia dari jumlah total kasus mencapai 200.

Rinciannya 159 kasus terjadi pada Januari.

Kemudian hingga pekan pertama Februari ini meningkat. Sehingga total menjadi 200 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora Edi Widayat menjelaskan jika kasus demam berdarah mulai melonjak sejak Oktober, November tahun kemarin dan terus meningkat hingga kini.

"Tahun ini musim hujan gak pasti mempengaruhi lonjakan kasus di Blora. Tren kenaikan mulai Oktober sampai sekarang," jelasnya.

Menurutnya demam berdarah bisa dicegah dengan perilaku masyarakat.

Yakni pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Mulai dari menguras bak air, mengubur kaleng bekas dan menutup bak mandi.

Semua itu dilakukan secara rutin satu minggu sekali.

"Itu harus dilakukan. Karena siklus nyamuk betina bisa bertelur 100-150. Kemudian bisa jadi nyamuk seminggu. Harapan kami seminggu sekali ada aktivitas PSN. Biar telur jentik gak bisa jadi nyamuk. Kalau foging hanya membunuh nyamuk besar gak bisa sampai telur," katanya.

Dia menambahkan untuk kasus DB di Kabupaten Blora memang telah mencapai 200 an pada awal tahun ini. Lebih dari lima Kasus berujung kematian.

Rata-rata di dominasi oleh anak-anak. Prosentasenya mencapai 70 persen.

"Kadang gejala demam gak tampak. Harapan kami selain preventif ya waspada terutama pada anak-anak," tambahnya.

Ketika dirasa ada demam tinggi ia meminta pihak keluarga segera periksa ke pelayanan kesehatan terdekat.

Sehingga bisa terdeteksi sedini mungkin diagnosa penyakitnya.

"Apalagi musim begini, saat daya tahan tubuh biasanya lemah. Jadi harus waspada dan ke depankan langkah preventif," paparnya.

Bupati Blora Arief Rohman menyebut pihaknya memang mendapatkan laporan ada kenaikan kasus DB sehingga rumah sakit penuh.

"Saya minta Puskema dan Forkopimcam melakukan fogging. Kemudian di rumah, sekolah jangan sampai ada genangan," tuturnya. (tos/him/amr)

 

Editor : Syaiful Amri
#2024 #demam berdarah #blora