Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Museum Jenang di Kudus Solusi Berwisata Musim Hujan

S
Penulis: Samodra Dahliya❯

 

RAMAI: Pengunjung memadati Museum Jenang dan Gusjigang baru-baru ini. (SAMODRA DAHLIYA/RADAR KUDUS)
RAMAI: Pengunjung memadati Museum Jenang dan Gusjigang baru-baru ini. (SAMODRA DAHLIYA/RADAR KUDUS)

KUDUS, RadarPati.ID – Rangkaian libur panjang pada akhir Januari menjadi salah satu penyebab tingginya animo masyarakat berwisata.


Advertisement

Baik dari dalam Kota Kudus maupun luar Kota Kudus.

Namun, banyak yang masih merasa bingung menentukan mau berwisata ke mana.

Salah satu tujuan wisata yang nyaman dikunjungi saat musim hujan adalah Museum Jenang dan Gusjigang, karena merupakan destinasi wisata indoor.

Advertisement

Di dalam Museum Jenang dan Gusjigang, pengunjung bisa menikmati spot yang instagramable dan full edukasi.

Fasilitas lain adalah adanya pusat oleh-oleh yang letaknya terkoneksi dengan museum.

Menurut Manager Marketing Mubarokfood M. Kirom, liburan panjang kali ini merupakan momen yang sangat langka.

Advertisement

Sebab, banyak masyarakat luar yang merantau pulang ke Kudus sekalian ziarah ke makam sebelum Ramadan (nyadran).

”Dengan adanya libur Isra Mikraj pada Senin (27/1) disambung dengan Hari Raya Imlek Rabu (29/1), liburan kali ini menjadi sangat panjang karena Selasa (28/1) banyak yang mengambil cuti. Bahkan, saya melihat fenomena liburan panjang kali ini, seperti semimudik. Puncak liburan adalah hari ini (kemarin, Red). Bahkan, mungkin bisa berlanjut hingga akhir pekan,” ungkapnya.

Tingkat kunjungan di Museum Jenang dan Gusjigang mulai meningkat sejak Jumat malam (24/1), dan puncaknya terjadi pada Sabtu dan Minggu mengalami peningkatan tiga kali lipat dari hari-hari biasa dan stabil sampai sekarang.

Menurut Kepala Museum Jenang dan Gusjigang Hesti Tri Hartanto, Museum Jenang dan Gusjigang dihadirkan sebagai wisata edukasi dan memberi banyak manfaat bagi masyarakat.

”Kami juga harus dapat mengubah persepsi masyarakat yang semula menganggap museum adalah tempat yang menjenuhkan, menjadi tempat yang sangat menarik, sehingga orang bisa betah dan nyaman,” harapnya.

Sementara itu, menurut Hani, salah satu pengunjung museum mengatakan, ia bersama keluarga sengaja mengunjungi Museum Jenang dan Gusjigang, karena merasa kangen dengan Kudus tempo dulu.

”Saya sudah lama merantau ke Jakarta. Saat kembali ke Kudus yang saya ingat adalah salah satu jajanan khas Jenang Kudus. Jadi, kami meluangkan waktu ke sini. Selain itu, hadirnya Museum Jenang dan Gusjigang membuat saya kembali mengenang tentang Kudus tempo dulu,” jelasnya. (lia/lin)

Advertisement

Artikel Terkait

UNDERCOVER Karaoke Ruko Agus Salim Kudus (3-Habis): LC Bisa Kantongi 1 Juta Per Malam 

UNDERCOVER Karaoke Ruko Agus Salim Kudus (3-Habis): LC Bisa Kantongi 1 Juta Per Malam 

Berdasarkan informasi yang diperoleh, ruko-ruko tersebut disewa secara perorangan. Namun, informasi mengenai identitas seluruh penyewa, hubungan mereka dengan pengelola operasional, serta status perizinan masing-masing

UNDERCOVER Karaoke Ruko Agus Salim Kudus (2-bersambung): Nyanyian di Titik Nol

UNDERCOVER Karaoke Ruko Agus Salim Kudus (2-bersambung): Nyanyian di Titik Nol

Layanan karaoke VIP di salah satu ruko sisi selatan Ruko Agus Salim, Jalan Ronggolawe, Kudus, menawarkan paket Rp 850 ribu hingga Rp 1 juta untuk dua jam. Paket mencakup ruangan, dua pendamping karaoke (LC),

UNDERCOVER Karaoke Ruko Agus Salim Kudus (1-bersambung): Dari Dada Turun ke Paha

UNDERCOVER Karaoke Ruko Agus Salim Kudus (1-bersambung): Dari Dada Turun ke Paha

LAYANAN lady companion (LC) menjadi bagian dari paket VIP salah satu kafe karaoke di Ruko Agus Salim, Jalan Ronggolawe, Kudus. Selain menemani bernyanyi, LC mengobrol, duduk berdampingan, berjoget, mengoperasikan lagu, h

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer