Honda Super One vs Wuling Aira EV, Lebih Layak Dibeli Yang Mana?

RADARPATI.JAWAPOS.COM - Segmen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) berukuran ringkas di pasar otomotif Tanah Air kian bergairah dengan hadirnya dua kontender menarik: Honda Super One dan Wuling Aira EV.
Meski berada di kelas dimensi yang sama-sama praktis untuk mobilitas perkotaan, kedua pabrikan mengusung filosofi, segmentasi pasar, dan penetapan harga yang bertolak belakang.
Honda membanderol Super One di kisaran Rp400 jutaan untuk menyasar segmen yang menginginkan kualitas premium dan karakter mengemudi yang tajam. Di sisi lain, Wuling Aira EV tampil sangat kompetitif mulai dari Rp150 jutaan guna menjangkau masyarakat luas yang mencari mobil listrik harian yang rasional, efisien, dan terjangkau.
Desain Eksterior: Sporty vs Neo-Classic Fungsional
Dari segi visual, kedua model ini memperlihatkan identitas yang kontras:
Honda Super One: Tampil agresif dan sporty dengan fender mengembang, penggunaan ban berprofil lebar, serta postur bodi lebih rendah. Platformnya dikembangkan dari basis Honda N-ONE e: di Jepang, namun dengan dimensi yang diperbesar agar lepas dari kategori kei car.
Wuling Aira EV: Mengusung bahasa desain Neo Classic yang mengawinkan kesan retro dan modern. Ciri khasnya terlihat pada Ring Light Design LED di bagian depan-belakang, opsi warna bodi two-tone, serta penggunaan 13-inch Four Leaf Clover Wheel Cover yang ramah di area perkotaan.
Performa, Baterai, dan Jarak Tempuh
Sektor dapur pacu memperlihatkan dominasi kekuatan Honda Super One, sementara Wuling Aira EV memberikan fleksibilitas pada jarak tempuh:
Honda Super One: Mengandalkan motor listrik berdaya 93 Hp (70 kW) dan torsi puncak 162 Nm yang disalurkan ke roda depan. Estimasi kapasitas baterainya berada di kisaran 29,6 kWh dengan jarak tempuh mencapai 252 km (metode NEDC). Baterai ini mendukung pengisian daya cepat (DC Fast Charging) 20–80 persen dalam kurun waktu 30 menit.
Wuling Aira EV: Tersedia dalam dua varian. Varian Standard Range menggunakan baterai 16,2 kWh dengan jarak tempuh 205 km, sedangkan varian Long Range dibekali baterai 25,1 kWh dengan jangkauan jelajah hingga 301 km. Proses pengisian DC Fast Charging dari 30–80 persen membutuhkan waktu sekitar 35 menit.
Fasilitas Interior dan Dukungan Fitur
Atmosfer kabin kedua kendaraan disesuaikan dengan segmen konsumen masing-masing:



