OSAKA - Leg pertama babak perempat final play-off AFC Champions League 2 mempertemukan wakil Jepang Gamba Osaka dengan tim Thailand Ratchaburi FC.
Laga yang digelar Selasa malam waktu setempat itu berakhir imbang 1-1, hasil yang membuat peluang kedua tim masih terbuka lebar jelang leg kedua.
Bertindak sebagai tuan rumah, Gamba Osaka tampil dominan sejak menit awal. Klub asal Prefektur Osaka itu menguasai 64 persen penguasaan bola dan mencatatkan 18 tembakan sepanjang laga.
Tekanan intens juga terlihat dari sepuluh sepak pojok yang mereka peroleh, berbanding nol milik Ratchaburi.
Tim tamu Ratchaburi sempat unggul lewat Ting D. pada menit 18. Pada menit 36 Limwannasthian T. mendapatkan kartu kuning pertama akibat pelanggaran kerasnya.
Perubahan yang membuat tempo permainan sedikit menurun hingga jeda. Memasuki babak kedua, Gamba Osaka langsung melakukan dua pergantian pemain dengan memasukkan T. Kishimoto dan R. Yamashita untuk meningkatkan intensitas serangan.
Tekanan tuan rumah akhirnya berbuah hasil pada menit ke-84 ketika Nawata G. mencetak gol penyeimbang setelah memaksimalkan assist dari Kishimoto T., menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah sebelumnya Ratchaburi sempat unggul.
Di sisa laga, kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian demi menjaga keseimbangan tim, termasuk masuknya Mito R. dan Abe S. di menit ke-90 serta Peenagatapho S.
pada masa injury time. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tetap bertahan dan membuat peluang kedua tim masih terbuka jelang leg kedua.
Secara statistik, Gamba Osaka jauh lebih unggul. Nilai expected goals (xG) tuan rumah mencapai 1,60, sementara Ratchaburi hanya 0,28.
Dominasi juga terlihat dari jumlah sentuhan di kotak penalti lawan, yang mencapai 53 sentuhan, sedangkan tim tamu hanya mencatatkan sembilan.
Namun, efektivitas menjadi pembeda. Meski terus menekan, Gamba Osaka hanya mampu mencetak satu gol dari empat tembakan tepat sasaran.
Sebaliknya, Ratchaburi tampil disiplin dan efisien, memaksimalkan peluang terbatas yang mereka miliki untuk mencuri gol tandang berharga.
Di lini belakang, Ratchaburi bekerja ekstra keras. Mereka mencatatkan 46 sapuan dan 24 intersep untuk meredam gelombang serangan tuan rumah.
Penampilan kiper Ratchaburi juga krusial dengan empat penyelamatan penting, meski nilai xG on target yang mereka hadapi mencapai 0,94.
Gamba Osaka sendiri bermain rapi dalam sirkulasi bola dengan akurasi umpan 88 persen dari total 693 operan. Sayangnya, dominasi tersebut belum sepenuhnya berbuah hasil maksimal.
Hasil imbang ini membuat leg kedua dipastikan berjalan ketat. Dengan keuntungan gol tandang, Ratchaburi berada dalam posisi psikologis yang cukup menguntungkan.
Sementara itu, Gamba Osaka wajib tampil lebih tajam dan efektif jika ingin memastikan tiket ke semifinal AFC Champions League Two.
Leg kedua akan menjadi ujian mental dan taktik bagi kedua tim, terutama bagi Gamba Osaka yang dituntut menang di kandang lawan demi menjaga asa melangkah lebih jauh di kompetisi Asia musim ini.
Editor : Mahendra Aditya