Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Kabar Gembira! Gaji dan Bonus Pemain PSIR Rembang Akhirnya Dibayar Lunas

Wisnu Aji • Selasa, 4 Februari 2025 | 20:09 WIB
DILUNASI: Manajer PSIR Rembang, Siswa melunasi gaji dan bonus pemain di stadion Krida Rembang, kemarin.
DILUNASI: Manajer PSIR Rembang, Siswa melunasi gaji dan bonus pemain di stadion Krida Rembang, kemarin.

REMBANG, RadarPati.id – Manajemen Persatuan Sepakbola Indonesia Rembang (PSIR) Rembang telah melunasi gaji dan bonus semua pemainnya yang berlaga di Liga 4 Jawa Tengah.

Gaji dan bonus tersebut langsung dibayar lunas untuk dua bulan.

Pelunasan dilakukan di Stadion Krida Rembang pada Sabtu pagi (2/2) setelah para pemain menggelar latihan terakhir jelang pertandingan melawan Persipur Purwodadi.

Manajer PSIR Rembang, Siswanto, menyampaikan bahwa pelunasan gaji dan bonus diberikan untuk masa dua bulan penuh.

”Meskipun pemain tidak penuh berlaga dua bulan, hanya sekitar sebulan lebih sedikit, dari pihak manajemen tetap memberikan penuh dua bulan,” katanya kepada awak media usai penyerahan gaji dan bonus pemain PSIR.

Manajemen PSIR tetap berkomitmen untuk memberikan hak-hak pemain sesuai kontrak kerja tanpa terpengaruh hasil Liga 4 Jateng.

Saat ini, berdasarkan klasemen grup B, PSIR Rembang berada di posisi dasar klasemen dan peluang untuk melaju ke babak selanjutnya hampir tertutup. Namun, pihak manajemen tetap ingin menjaga semangat para pemain.

”Supaya anak-anak tetap semangat, biarpun prestasi belum bisa maksimal. Kami berharap anak-anak tetap latihan hingga menyongsong kompetisi yang akan datang,” ujar Siswanto.

Siswanto juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Kabupaten Rembang, khususnya pecinta sepak bola dan suporter, atas kegagalan PSIR Rembang di musim ini.

Menurutnya, persiapan tim yang mepet menjadi salah satu penyebab hasil kurang memuaskan. Ia menegaskan bahwa waktu persiapan yang hanya dua minggu kurang ideal, sebab membangun tim sepak bola yang solid setidaknya membutuhkan waktu lebih dari tiga bulan.

Untuk musim mendatang, manajemen berencana mempersiapkan tim dengan lebih baik, membenahi segala kekurangan, dan memperkuat kesiapan. Semua pihak di dalam manajemen sepakat untuk mewujudkan target tersebut.

Baca Juga: Ini Kisah Christiano Ronaldo, Dibesarkan Seorang Juru Masak hingga Jadi Legenda Sepak Bola Dunia, Seperti Apa Profil Lengkapnya?

Di sisi lain, Stadion Krida Rembang menjadi sasaran pengrusakan oleh orang tak dikenal pada Minggu dini hari (3/2).

Dugaan sementara, aksi tersebut terjadi akibat kekecewaan terhadap performa PSIR Rembang yang kurang maksimal di Liga 4.

Kerusakan terlihat di ruang ganti pemain yang dalam kondisi berantakan. Sejumlah fasilitas stadion dirusak, mulai dari pintu lemari, kotak penyimpanan air, hingga berbagai peralatan yang dikocar-kacirkan.

Selain itu, pamflet bernada protes ditempel di berbagai bagian stadion, seperti gerbang depan, toilet, tribun VIP, dan pintu utama stadion.

Penjaga Stadion Krida Rembang, Suka, memperkirakan aksi pengrusakan terjadi pada Minggu dini hari di atas pukul 01.00 WIB saat semua orang tengah beristirahat.

”Sabtu malam saya bersama teman tidur sekitar pukul 22.00. Saat itu, di depan stadion sudah banyak orang. Saya sempat terbangun pukul 01.00 dan belum ada tanda-tanda pengrusakan. Mungkin setelah itu mereka masuk, saya tidak tahu,” ungkapnya.

Beberapa pemain yang tidur di mes stadion mengaku mendengar suara kegaduhan, tetapi tidak berani keluar kamar. Sebelumnya, kondisi ruang ganti tertata rapi, terutama menjelang pertandingan.

”Saya tidak berani beres-beres sendiri, jadi saya beri tahu rekan dan pemain lain. Kalau melihat kondisinya, kemungkinan pelaku lebih dari satu orang,” imbuhnya.

Selama 25 tahun bekerja sebagai penjaga Stadion Krida Rembang, Suka mengaku baru kali ini terjadi aksi pengrusakan fasilitas negara.

Ia merasa prihatin dan berharap suporter tidak melakukan hal serupa lagi, serta tetap mendukung tim, baik saat menang maupun kalah.

Manajer PSIR Rembang, Siswanto, juga mengaku kaget saat mendapat laporan bahwa stadion telah dirusak. Ia menegaskan bahwa aksi anarkis semacam ini tidak bisa ditoleransi.

”Kalau kritik, oke lah, untuk membangun. Tapi kalau sudah merusak aset negara, harus ada tindakan. Ini sudah melampaui batas,” tegasnya.

Baca Juga: Begini Kronologi Sopir di Grobogan Tewas usai Truknya Terjun ke Jurang

Pasca pengrusakan, pihak panitia pelaksana (panpel) melaporkan kejadian tersebut ke Polres Rembang.

Tak lama kemudian, polisi berpakaian preman langsung turun ke lokasi untuk mengecek tempat kejadian perkara (TKP) dan mendokumentasikan kondisi stadion.

Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan guna mengungkap keterlibatan para pelaku. (noe)

 

Editor : Syaiful Amri
#Persipur Purwodadi #rembang #gaji #bonus #Stadion Krida Rembang #psir rembang #Liga 4 Jateng