Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Layanan Dokter Spesialis Gratis Speling Sudah Jangkau 19 Desa di Rembang

Abdul Rochim
Penulis: Abdul Rochim❯

Advertisement

DEKATKAN JANGKAUN: Petugas Kesehatan melakukan pemeriksaan kepada warga Kabupaten Rembang dalam program Speling. (DINKES RBG UNTUK RADAR PATI)
DEKATKAN JANGKAUN: Petugas Kesehatan melakukan pemeriksaan kepada warga Kabupaten Rembang dalam program Speling. (DINKES RBG UNTUK RADAR PATI)

REMBANG – Masyarakat di pelosok Kabupaten Rembang semakin mudah mengakses layanan kesehatan spesialistik melalui program Spesialis Dokter Keliling (Speling).

Advertisement

Memasuki tahun kedua pelaksanaan, program yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut terus diperluas untuk mendekatkan pelayanan dokter spesialis kepada warga desa.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang mencatat, sepanjang 2025 program Speling  berhasil menjangkau 17 desa dari target awal 15 desa.

Capaian tersebut setara 113,33 persen, setelah ada penambahan dua lokasi pelayanan, yakni Pondok Pesantren Al Anwar 4 dan UNDIP Rembang.

Kepala Dinkes Rembang dr. Ali Syofi'i melalui Kabid Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Soesi Haryanti menyampaikan, pelaksanaan program pada 2025 berjalan baik berkat dukungan rumah sakit, puskesmas, dan pemerintah desa.

”Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan Speling pada tahun 2025 berjalan baik dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, khususnya rumah sakit, puskesmas, dan pemerintah desa dalam memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan dokter spesialis,” kata Soesi kepada Jawa Pos Radar Kudus, Kamis (30/10).

Pada 2026, jangkauan program ditargetkan meningkat menjadi 19 desa.

Hingga akhir Oktober, pelayanan telah terlaksana di 15 desa atau mencapai 78,95 persen dari target.

Masih ada empat desa yang dijadwalkan mendapatkan layanan pada November hingga Desember.

Karena itu, koordinasi dan penjadwalan dengan rumah sakit, puskesmas, serta pemerintah desa terus dioptimalkan agar seluruh sasaran tahunan dapat terpenuhi.

”Dengan demikian, program Speling diharapkan dapat terus dikembangkan secara bertahap untuk menjangkau seluruh desa sasaran prioritas di Kabupaten Rembang,” harapnya.

Program SPELING telah berjalan sejak 2025 dengan lokasi awal tersebar di delapan kecamatan.

Yakni Desa Karangasem (Bulu), Woro (Kragan), Bangunrejo (Pamotan), Tuyuhan (Pancur), Waru (Rembang), Bancang (Sale), Candimulyo, Menoro, Mojosari, Sidomulyo, dan Sidorejo (Sedan), serta Bendo, Labuhan Kidul, dan Manggar (Sluke), juga Desa Glebeg (Sulang). Selain itu, terdapat dua lokasi tambahan di PP Al Anwar Sarang dan UNDIP Rembang.

Pelaksanaan program melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dinkes Rembang, puskesmas, rumah sakit, dan pemerintah desa.

Kehadiran dokter spesialis di wilayah desa diharapkan memangkas kendala jarak, biaya transportasi, hingga waktu yang harus dikorbankan warga untuk berobat ke rumah sakit.

Soesi menjelaskan, masih banyak masyarakat menunda pemeriksaan karena akses rumah sakit cukup jauh, biaya perjalanan, atau menganggap penyakit yang dialami belum serius.

Padahal, deteksi dini dapat membantu mempercepat diagnosis dan meningkatkan peluang kesembuhan.

”Padahal, semakin cepat penyakit diketahui, maka peluang sembuh juga semakin besar. Karena itulah Speling hadir untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan oleh dokter spesialis,” katanya.

Layanan prioritas dalam program ini meliputi pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC), skrining kanker serviks melalui IVA test, serta skrining tuberkulosis (TB).

Jenis pelayanan juga disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan program unggulan rumah sakit yang menjadi pengampu.

Masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan dapat mengikuti pendataan dan skrining melalui puskesmas.

Prioritas diberikan kepada ibu hamil berisiko, lanjut usia, penderita hipertensi, diabetes, penyakit jantung, anak dengan gangguan pertumbuhan, serta warga yang memiliki keluhan dan membutuhkan pemeriksaan dokter spesialis.

Pelayanan diberikan melalui program pemerintah daerah.

Peserta JKN maupun masyarakat yang masuk sasaran program pemerintah dapat memperoleh layanan tanpa dipungut biaya sesuai mekanisme yang berlaku.

”Karena itu masyarakat tidak perlu ragu memanfaatkan pelayanan ini,” tegasnya.

Untuk mengikuti Speling, warga bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan di puskesmas, mengikuti skrining, maupun mendaftar melalui bidan desa dan kader kesehatan. 

Jika memenuhi kriteria, peserta akan dijadwalkan mengikuti pemeriksaan saat dokter spesialis datang.

Soesi mengimbau masyarakat tidak menunggu hingga penyakit bertambah parah.

Keluhan seperti nyeri dada, sesak napas, tekanan darah atau gula darah tinggi, benjolan, gangguan penglihatan, serta gangguan kesehatan yang tidak kunjung sembuh perlu segera diperiksakan.

Ia berharap jangkauan Speling terus diperluas sehingga semakin banyak warga Rembang memperoleh layanan dokter spesialis dengan mudah.

Dukungan pemerintah daerah, pemerintah desa, puskesmas, rumah sakit, dan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting agar program berjalan optimal. (noe) 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Ahmad Luthfi Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan, SPELING di Rembang Jangkau 19 Desa

Ahmad Luthfi Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan, SPELING di Rembang Jangkau 19 Desa

Dia juga mengimbau masyarakat tidak menunggu hingga penyakit menjadi berat untuk memeriksakan diri. Keluhan seperti nyeri dada, sesak napas, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, benjolan, gangguan penglihatan, maupu

Viral Keributan di Puskesmas Kragan Rembang, Polisi Bantah Ada Penyerangan

Viral Keributan di Puskesmas Kragan Rembang, Polisi Bantah Ada Penyerangan

Video kerumunan pemuda di Puskesmas Kragan I, Rembang, viral setelah empat orang terluka akibat keributan. Puskesmas mengaku ketakutan, sedangkan polisi membantah ada penyerangan dan menyebut keributan bermula di pentas

Tak Perlu Selalu ke Kudus, RSUD Rembang Kini Layani Pemasangan Stent Jantung

Tak Perlu Selalu ke Kudus, RSUD Rembang Kini Layani Pemasangan Stent Jantung

Dirut BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengapresiasi layanan Cath Lab RSUD Rembang yang menangani 111 layanan diagnostik dan 95 pemasangan stent sejak Juni 2026. Pemkab berharap mutu layanan kesehatan terus meningkat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer