Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Menu MBG Jadi Sorotan, Paket Telur Puyuh–Roti Ditaksir di Bawah Rp 10 Ribu

Abdul Rochim • Selasa, 24 Februari 2026 | 16:05 WIB

Menu MBG di Pati
Menu MBG di Pati

PATI – Sebuah foto paket makan bergizi gratis (MBG) yang berisi telur puyuh, roti, dan jeruk nipis ramai diperbincangkan warga setelah tersebar di media sosial awal pekan ini.

Paket sederhana tersebut memicu perbincangan terkait nilai dan kelayakan menu yang dibagikan.

Berdasarkan pantauan harga di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Pati, isi paket tersebut diperkirakan bernilai antara Rp6.000 hingga Rp8.000. 

Komposisinya terdiri dari sekitar lima butir telur puyuh, satu roti bun kecil, serta satu buah jeruk nipis.

Di pasaran, telur puyuh dijual sekitar Rp400 hingga Rp600 per butir. Dengan jumlah lima butir, totalnya berkisar Rp2.000 sampai Rp3.000.

Seorang pedagang kelontong menyebut harga bisa berbeda tergantung ukuran dan tempat kulakan.

Untuk roti kecil, harga jual berada di kisaran Rp2.000 hingga Rp2.500 per buah.

Sementara jeruk ukuran sedang umumnya dihargai Rp1.000 sampai Rp1.500 per buah, meski penjual biasanya melepas dalam hitungan kilogram dengan harga sekitar Rp12.500 per kilogram.

Para pedagang menyebut harga bahan tersebut relatif stabil dalam beberapa minggu terakhir. Kenaikan biasanya terjadi mendekati Hari Raya.

Dengan komposisi itu, mereka menilai nilai paket memang tidak sampai Rp10.000.

Di sisi lain, warga Pati Kota, Puput Wijayanti, mengaku anaknya yang bersekolah di SDN Ngarus menerima menu MBG berupa roti, telur rebus, dan susu kemasan pada Senin (23/3).

Bahkan pada akhir pekan sebelumnya, menu dibagikan untuk dua hari sekaligus.

Menurutnya, jika dihitung berdasarkan harga bahan di pasaran, satu porsi MBG kemungkinan berada di kisaran Rp10.000 dan tidak mencapai Rp15.000.

Ia mengaku memahami kisaran harga tersebut karena memiliki usaha warung.

Puput berharap pelaksanaan program MBG dapat dievaluasi agar sesuai dengan standar anggaran yang ditetapkan.

Ia juga menyoroti distribusi yang dinilai belum merata, setelah anaknya yang masih kecil tidak mendapatkan jatah dengan alasan tertentu.

Perbincangan mengenai menu MBG ini pun memunculkan berbagai tanggapan di masyarakat, terutama terkait kesesuaian anggaran dan kualitas sajian yang diterima siswa.

Editor : Abdul Rochim
#menu mbg di Pati