PATI – Rekaman video yang memperlihatkan suasana salat tarawih terganggu sempat ramai beredar di media sosial dan disebut-sebut terjadi di salah satu masjid di wilayah Pati.
Namun setelah dilakukan penelusuran, dipastikan peristiwa tersebut tidak berlangsung di Kabupaten Pati.
Dalam video yang viral itu, suasana ibadah tampak kurang kondusif.
Beberapa anak terlihat berlarian di sela-sela saf jamaah dan saling kejar saat salat berlangsung.
Bahkan, terlihat seorang pria dewasa membawa tongkat panjang dan mengarahkannya ke barisan jamaah hingga mendekati imam yang tengah memimpin salat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Pati, Ahmad Syaiku, menjelaskan pihaknya telah menginstruksikan para penyuluh agama untuk melakukan pemantauan selama bulan Ramadan.
Di setiap kecamatan terdapat delapan penyuluh, sementara di tingkat desa ada dua hingga empat penyuluh yang bertugas memantau jalannya ibadah agar tetap tertib dan kondusif.
Ia menyebut hingga saat ini tidak ada laporan mengenai gangguan pelaksanaan tarawih di wilayah Pati.
Laporan yang diterima Kemenag disebut masih dalam kondisi normal.
Terkait video yang beredar, Ahmad Syaiku menegaskan belum menerima informasi dari para penyuluh mengenai kejadian tersebut.
Ia berharap peristiwa itu memang bukan terjadi di wilayah Pati.
Jika terbukti terjadi di daerah setempat, pihaknya akan segera melakukan pengecekan langsung untuk memastikan lokasi dan kronologi kejadian.
Ia juga mengimbau masyarakat dan pengguna media sosial agar melakukan klarifikasi atau tabayun sebelum menyebarkan informasi.
Menurutnya, penting untuk memastikan kebenaran sebuah konten agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun stigma negatif.
Sementara itu, akun yang sebelumnya mengunggah video tersebut telah menyampaikan permintaan maaf karena keliru dalam menuliskan narasi lokasi kejadian.
Dalam klarifikasinya, pemilik akun mengakui kesalahan konfirmasi dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
Editor : Abdul Rochim