Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Keracunan MBG di SMKN 4 Pati: SPPG di Muktiharjo Pati Sementara Ditutup

Abdul Rochim • Selasa, 10 Februari 2026 | 17:38 WIB
Siswa SMKN 4 Pati yang diduga keracunan MBG dilarikan ke IGD RS KSH Pati, Senin (9/2).
Siswa SMKN 4 Pati yang diduga keracunan MBG dilarikan ke IGD RS KSH Pati, Senin (9/2).

JAKARTA - Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di Jalan Soewondo, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, untuk sementara waktu dihentikan.

Penghentian ini dilakukan menyusul munculnya dugaan keracunan makanan yang dialami puluhan siswa SMKN 4 Pati.

Ketua Satgas MBG Kabupaten Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih memusatkan perhatian pada proses pemeriksaan sampel makanan dan penelusuran sumber penyebab kejadian tersebut.

“Untuk sementara operasional dapur kami hentikan. Fokus kami saat ini adalah pengujian sampel MBG dan mencari tahu penyebab pasti kejadian ini,” ujar Risma, Selasa (10/2/2026).

Ia menambahkan, dapur SPPG yang dikelola oleh Yayasan Patriot Bangsa itu tidak akan kembali beroperasi sebelum hasil pemeriksaan lanjutan keluar.

Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi risiko lanjutan, sembari menunggu kepastian dari hasil uji laboratorium.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di lingkungan sekolah sejak laporan pertama diterima.

Penyelidikan tersebut bertujuan mengidentifikasi kemungkinan sumber gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

“Penyelidikan di sekolah sudah kami lakukan. Saat ini sampel makanan MBG telah dikirim ke laboratorium di Semarang untuk dilakukan pengujian,” jelas Luky.

Ia menyebutkan, seluruh menu yang dibagikan kepada siswa pada hari kejadian ikut dijadikan sampel tanpa pengecualian.

Mulai dari nasi, lauk-pauk, garang asem, susu kedelai, hingga makanan pendamping lainnya turut diperiksa.

“Semua makanan yang dikonsumsi siswa saat itu kami kirim untuk diuji,” tambahnya.

Terkait lamanya proses pemeriksaan, Luky menjelaskan bahwa hasil laboratorium tidak dapat diperoleh dalam waktu cepat karena harus melalui sejumlah tahapan analisis.

Ia memperkirakan proses tersebut membutuhkan waktu sekitar satu pekan.

Peristiwa dugaan keracunan tersebut terjadi pada Senin (9/2/2026) siang.

Sebanyak 23 siswa SMKN 4 Pati dilaporkan mengalami keluhan kesehatan serupa setelah mengonsumsi paket MBG. Keluhan yang muncul antara lain mual, pusing, serta muntah.

Melihat kondisi siswa yang semakin lemah, pihak sekolah segera membawa mereka ke Rumah Sakit Keluarga Sehat (KSH) Pati untuk mendapatkan penanganan medis.

Hingga kini, dapur SPPG MBG di Desa Muktiharjo masih belum beroperasi. Keputusan untuk membuka kembali layanan tersebut akan ditentukan setelah hasil resmi uji laboratorium diterima dan dievaluasi oleh Satgas MBG bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pati. (him)

Editor : Abdul Rochim
#Menu MBG #sppg ditutup #SMKN 4 Pati #SPPG Rendole di Pati #keracunan MBG di Pati