PATI — Kasus dugaan gangguan kesehatan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 4 Pati mengalami perkembangan.
Hingga Senin sore (9/2/2026), jumlah siswa yang dilaporkan terdampak meningkat menjadi 22 orang.
Angka tersebut bertambah dari laporan awal Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jawa Tengah yang sebelumnya mencatat 20 siswa mengalami keluhan serupa.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati sekaligus Ketua Satgas MBG Kabupaten Pati, Risma Ardhi Chandra, membenarkan adanya penambahan korban.
Ia menyebut seluruh siswa yang terdampak berasal dari kelas X.
“Total ada 22 siswa dari SMKN 4 Pati. Saat ini kondisinya terpantau dan dalam penanganan medis,” kata Risma saat meninjau langsung para siswa di RS Keluarga Sehat (KSH) Pati.
Risma menjelaskan, seluruh pelajar masih menjalani observasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Keluhan yang dialami meliputi pusing, mual, hingga muntah.
Kondisi mayoritas siswa mulai menunjukkan perbaikan.
“Sebagian besar sudah membaik. Namun masih ada beberapa yang merasakan pusing dan sisa mual,” ujarnya.
Peristiwa tersebut sempat viral di media sosial sejak siang hari.
Sejumlah video dan foto menunjukkan ambulans keluar-masuk area sekolah untuk mengevakuasi siswa yang membutuhkan perawatan, sehingga aktivitas belajar mengajar sempat terganggu.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Plt Bupati Pati langsung mendatangi lokasi sekolah dan rumah sakit guna memastikan penanganan korban dilakukan secara maksimal.
Diketahui, menu MBG dibagikan kepada siswa sekitar pukul 12.00 WIB, dengan sajian berupa garang asem ayam, sayuran, tahu, semangka, serta susu kedelai.
Sekitar beberapa menit setelah konsumsi, sejumlah siswa mulai merasakan keluhan kesehatan.
Pihak sekolah pun segera menghentikan distribusi MBG dan menarik kembali sisa makanan guna mencegah bertambahnya korban.
Selanjutnya, sekolah berkoordinasi dengan tenaga medis dan menyiapkan ambulans untuk membawa para siswa ke rumah sakit.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh siswa masih berada dalam pemantauan tim medis, sementara penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penelusuran lebih lanjut. (*/him)
Editor : Abdul Rochim