PATI - Puluhan pelajar SMK Negeri 4 Pati harus mendapatkan penanganan medis setelah mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bahkan, satu di antaranya sempat mengalami gangguan pernapasan sehingga perlu diberikan bantuan oksigen.
Kepala Divisi Duty Manager RS Keluarga Sehat (KSH) Pati, Sri Widayati, menyampaikan bahwa hingga Senin (9/2/2026) sore, sebanyak 22 siswa masih dalam penanganan tim medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Total sementara yang kami tangani di IGD ada 21 siswa,” ujar Sri saat ditemui di RS KSH Pati.
Ia menjelaskan, para siswa mulai berdatangan ke rumah sakit sekitar pukul 12.30 WIB.
Keluhan yang dirasakan bervariasi, mulai dari rasa mual, pusing, hingga muntah-muntah.
“Keluhannya tidak sama persis. Ada yang mual, ada yang muntah, dan ada pula yang merasa pusing,” terangnya.
Setelah mendapatkan penanganan awal, kondisi mayoritas siswa dilaporkan stabil.
Seluruh pasien masih ditempatkan di IGD untuk menjalani observasi lanjutan. Dari jumlah tersebut, satu siswa dilaporkan sempat mengalami sesak napas.
Secara umum kondisinya stabil. Memang ada satu siswa yang mengeluh sesak.
"Saturasi oksigennya sebenarnya masih baik, tapi sebagai langkah antisipasi kami berikan oksigen. Untuk siswa lain, pernapasannya normal,” jelas Sri.
Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada pasien yang memerlukan rawat inap karena seluruhnya masih dalam tahap observasi.
Terkait penyebab munculnya gejala tersebut, pihak rumah sakit belum dapat memastikan sumbernya.
Berdasarkan keterangan awal dari siswa dan guru, para pelajar diketahui sebelumnya mengonsumsi makanan di sekolah.
Pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebabnya.
"Saat ini kami berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati untuk penelusuran lebih lanjut di sekolah,” katanya.
Sebagai bagian dari proses pemeriksaan, sampel muntahan pasien telah diamankan dan akan diuji di laboratorium oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pati untuk memastikan sumber dugaan keracunan.
Editor : Abdul Rochim