PATI, RADARPATI.ID - Banjir bandang melanda Desa Dumpil, Dukuhseti sekitar pukul 12.00 pada Selasa (13/2).
Banjir selutut orang dewasa itu menyebabkan pagar tembok SD setempat ambruk.
Bahkan menerjang tempat pemungutan suara (TPS) juga. Banjir bandang itu diakibatkan karena luapan Kali Guno.
Banjir deras itu sempat memutus akses Desa Ngagel dan Desa Dumpil Kecamatan Dukuhseti.
”Banjirnya menerjang RT 1 dan 2. Banjir hanya selutut tapi deras. Sempat memutus akses jalan desa,” terang Anwar, warga Desa Ngagel, Dukuhseti.
Kondisi saat ini, banjir tersebut sudah surut. Namun, sisa lumpur masih tersisa.
”Sudah surut. Tapi kamar mandi dan pagar SD Dumpil rusak,” paparnya.
Di samping itu, banjir bandang itu juga merusak TPS 02 Dukuh Krajan, Desa Gumpil, Dukuhseti. Karena diterjang banjir, akhirnya TPS dipindah.
Ketua Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS) desa setempat, Sholikul Absor mengatakan, air hujan yang lebat pun membuat sungai di desa tersebut meluap dan meluber ke pemukiman warga.
Petugas KPPS yang baru mendirikan tenda TPS untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Rabu (14/2) pun terganggu.
”Sekitar pukul 12.00 WIB, sudah ada tanda-tanda ada air (bah). Banjir pun sempat meluber ke TPS. Karena sungai meluap, sehingga airnya sampai ke TPS,” jelasnya.
Pihaknya sudah meminta izin ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk pindah tempat TPS. Rencananya mau dipindah di RT sebelah.
”Rencananya TPS mau dipindah ke RT sebelah. KPU membolehkan untuk pindah kalau rawan banjir,” tukasnya.(adr/him/ade)