Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkab Pati Siapkan 1.250 Bibit Tabebuya, Jalan Sudirman Dibidik Jadi Malioboro

Abdul Rochim
Penulis: Abdul Rochim❯
LEWAT: Pengguna jalan melintasi Jalan P. Sudirman Pati kemarin. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)
LEWAT: Pengguna jalan melintasi Jalan P. Sudirman Pati kemarin. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR PATI)

Advertisement

PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati berencana memperluas penanaman pohon tabebuya di sejumlah titik strategis.

Advertisement

Salah satu kawasan yang dibidik adalah Jalan Sudirman, yang diharapkan memiliki daya tarik seperti Malioboro di Yogyakarta.

Rencana tersebut muncul setelah bunga tabebuya yang bermekaran di sejumlah lokasi di Pati ramai diperbincangkan di media sosial.

Pohon dengan bunga berwarna merah muda, kuning, hingga putih itu menarik perhatian warga dan menjadi destinasi wisata dadakan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyambut positif antusiasme masyarakat.

Menurutnya, tabebuya kini menjadi daya tarik baru yang membuat warga berdatangan untuk menikmati pemandangan sekaligus bersantai.

“Silakan melihat langsung pohon tabebuya yang sudah berkembang indah seperti di Jepang. Ini sekarang menjadi tujuan turisme dadakan masyarakat Pati untuk saling nimbrung, nongkrong, melihat, dan duduk di sini dengan adem,” ujar Risma.

Popularitas tabebuya bahkan membuat sebagian masyarakat sempat mengira foto-foto bunga yang beredar di media sosial merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Namun, setelah datang langsung, mereka dapat menyaksikan keindahan bunga tersebut.

“Saya kira itu editan AI. Tapi setelah saya cek ternyata tidak,” imbuhnya.

Untuk memperluas penghijauan, Pemkab Pati menyiapkan sekitar 250 bibit tabebuya yang dapat diperoleh masyarakat secara gratis melalui program yang berkaitan dengan unggahan foto atau video di media sosial dari lokasi tersebut.

Selain itu, pemerintah daerah berencana menerima tambahan 1.000 bibit dari Jarum Foundation.

Dengan demikian, terdapat rencana penyediaan sekitar 1.250 bibit tabebuya untuk mendukung perluasan penanaman.

Bibit tersebut diharapkan dapat ditanam di sejumlah lokasi yang telah dipertimbangkan pemerintah daerah.

Risma menyebutkan, penanaman tidak hanya difokuskan pada kawasan yang saat ini ramai dikunjungi warga.

Jalan Sudirman menjadi salah satu lokasi yang masuk dalam rencana pengembangan ruang hijau sekaligus penataan kawasan publik.

“Nanti spot-spot tertentu akan ditambah. Iya, salah satunya di Jalan Sudirman. Malioboronya Pati,” paparnya.

Pemkab Pati juga berharap program tersebut mendorong partisipasi masyarakat dalam penghijauan.

Warga diajak menanam tabebuya di lingkungan rumah agar permukiman semakin asri dan menarik ketika pohon mulai berbunga.

“Tentunya untuk penghijauan masyarakat Kabupaten Pati, dan nanti kalau sudah berbunga, bisa untuk hiasan di rumah-rumah warga,” pungkasnya.

Antusiasme itu dirasakan Nitla, pengunjung asal Winong Kidul.

Ia sengaja mendatangi kawasan Simpang Lima bersama para keponakannya setelah mengetahui ramainya pembicaraan mengenai tabebuya di media sosial.

Menurut Nitla, bunga tabebuya membuat suasana kawasan terlihat lebih indah.

Ia pun tertarik menanam pohon serupa di sekitar rumah karena menilai penanamannya cukup mudah.

“Iya, kalau ini nanemnya gampang ya, itu insyaallah sih mau nanem biar cantik jadinya,” ujarnya.

Jika terealisasi, perluasan penanaman tabebuya di Jalan Sudirman dan sejumlah titik lainnya diharapkan dapat mempercantik wajah Kota Pati, memperluas ruang hijau, serta menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman bagi masyarakat. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

PKB Pati Gelar Musran Dapil IV, Panaskan Mesin Pileg 2029

PKB Pati Gelar Musran Dapil IV, Panaskan Mesin Pileg 2029

PKB Pati menggelar Musran DPRt Dapil IV menyongsong persiapan Pemilu 2029 dimana targetnya adalah memperoleh 2 kursi DPRD Pati.

Ayah Tiri dan Kakak Tiri di Pati Jadi Tersangka Kekerasan Seksual terhadap Anak 14 Tahun

Ayah Tiri dan Kakak Tiri di Pati Jadi Tersangka Kekerasan Seksual terhadap Anak 14 Tahun

Polresta Pati menetapkan ayah tiri dan kakak tiri sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual terhadap anak 14 tahun di Pucakwangi. Polisi menyebut perbuatan diduga berulang sejak 2024 hingga 2026.

Bayi Perempuan Ditemukan di Teras Warung Kopi Pati, Terbungkus Jaket Basah

Bayi Perempuan Ditemukan di Teras Warung Kopi Pati, Terbungkus Jaket Basah

Bayi perempuan ditemukan di teras warung kopi Desa Bangsalrejo, Wedarijaksa, Pati, Senin malam. Bayi terbungkus jaket basah, tali pusar masih menempel, dan kini dirawat di puskesmas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer