Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cegah Banjir di Sukolilo Normalisasi Sungai Juwana hingga Tuntas

Achmad Ulil Albab
Penulis: Achmad Ulil Albab❯
Bupati Sudewo bersama jajaran DPUPR meninjau Sungai JU II yang merupakan hulu dari Sungai Juwana atau Silugonggo. (HUMAS PATI UNTUK RADAR KUDUS)
Bupati Sudewo bersama jajaran DPUPR meninjau Sungai JU II yang merupakan hulu dari Sungai Juwana atau Silugonggo. (HUMAS PATI UNTUK RADAR KUDUS)

 


Advertisement


PATI – Upaya mencegah banjir di wilayah Sukolilo terus dilakukan dengan normalisasi sungai. Diketahuii akibat pendangkalan sejumlah desa di Sukolilo kerap menjadi langganan banjir.

“Salah satu penyebab utama banjir di kawasan tersebut adalah pendangkalan dan penyempitan sungai,” ungkap Bupati Pati Sudewo saat meninjau Sungai JU II yang merupakan hulu dari Sungai Juwana atau Silugonggo.

Dalam kesempatan itu pihaknya juga meninjau jembatan Kalironggo di Desa Baturejo yang menjadi salah satu titik penyebab banjir di wilayah tersebut.

Advertisement

Diketahui bahwa Sungai JU II meliputi beberapa desa seperti Baleadi, Baturejo, Wotan, Srikaton, hingga Talun.

“Sekarang ini alat berat sudah kami turunkan, itu sedang kami lebarkan dan kami keruk endapannya. Kalau tidak dikeruk memang menjadi penyebab banjir. Sudah berjalan, tapi belum tuntas. Masih banjir, tapi berkurang dari tahun sebelumnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sudewo menegaskan bahwa pengerjaan normalisasi sungai ini akan terus dilanjutkan hingga benar-benar tuntas.

Advertisement

Ia menargetkan pada awal tahun depan, wilayah tersebut tidak lagi mengalami banjir besar seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kita lanjutkan pengerukan ini sampai selesai, Insya Allah mulai bulan Januari nanti tidak akan terjadi banjir yang begitu besar,” ujarnya.

Selain sungai, Sudewo juga meninjau kondisi Jembatan Kali Ronggo di Desa Baturejo yang menjadi salah satu titik rawan banjir.

Ia menyebut bahwa desain jembatan yang terlalu pendek menjadi faktor air meluap hingga ke permukiman warga.

“Jembatan ini menyebabkan banjir meluap, tidak hanya di Desa Baturejo, tetapi juga di Baleadi. Rencananya tahun depan akan kami tangani dengan meninggikan jembatan supaya tidak menjadi penyebab banjir lagi,” terangnya.

Sudewo berharap proses penanganan banjir, baik melalui normalisasi sungai maupun perbaikan infrastruktur jembatan, dapat berjalan lancar dengan dukungan dari semua pihak. (aua)

Advertisement

Artikel Terkait

29 Desa di Pati Krisis Air, Warga dan Petani Nunggu Waduk Kedungombo Dibuka

29 Desa di Pati Krisis Air, Warga dan Petani Nunggu Waduk Kedungombo Dibuka

Kekeringan di Pati meluas hingga 29 desa di sembilan kecamatan. BPBD telah menyalurkan 465 ribu liter air bersih dan mengusulkan pembukaan Waduk Kedungombo untuk menjaga pasokan Sungai Juwana.

Sudetan Sungai Juwana Pati Masih Tahap Perencanaan, DPUTR Pati Usulkan Pengerukan Sedimentasi Kurangi Risiko Banjir

Sudetan Sungai Juwana Pati Masih Tahap Perencanaan, DPUTR Pati Usulkan Pengerukan Sedimentasi Kurangi Risiko Banjir

Rencana sudetan Sungai Juwana di Kabupaten Pati masih tahap perencanaan pemerintah pusat dan diperkirakan paling cepat dimulai 2027. DPUTR mendorong pengerukan sedimentasi sebagai solusi sementara mengurangi banjir.

BENDUNG KARET Sungai Juwana Pati Diproyeksikan Suplai Air untuk 2.500 Hektare Sawah

BENDUNG KARET Sungai Juwana Pati Diproyeksikan Suplai Air untuk 2.500 Hektare Sawah

Bendung karet di Sungai Juwana diproyeksikan menyuplai air untuk 2.500 hektare sawah di Pati saat musim kemarau dan meningkatkan intensitas tanam petani hingga tiga kali setahun.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer