JAKARTA – Saat pertandingan berada di titik paling menegangkan, Indonesia justru menemukan energi baru di masa tambahan babak pertama. Reza Gunawan muncul sebagai pembeda pada momen krusial.
Berawal dari transisi cepat, Reza menerima bola di ruang sempit. Tanpa banyak sentuhan, sepakan keras dilepaskannya ke arah gawang Jepang.
Kiper Samurai Biru gagal mengantisipasi sempurna. Bola meluncur masuk.
Gol..!
Indonesia kembali unggul.
Skor berubah menjadi 4-3.
Sorak sorai pecah. Para pemain Indonesia merayakan gol itu dengan pelukan—sebuah luapan emosi setelah laga yang menguras fisik dan mental. Gol Reza Gunawan bukan sekadar tambahan angka, melainkan suntikan kepercayaan diri di tengah tekanan luar biasa.
Namun keunggulan itu kembali diuji.
Jepang Menyerang Habis-habisan
Jepang menolak menyerah. Dengan insting tim besar, mereka kembali menemukan celah di momen paling genting. Indonesia dipaksa bertahan terlalu dalam, sementara tekanan demi tekanan terus diarahkan ke gawang Ahmad Habiebie.
Sirkulasi bola Jepang cepat dan sabar, memaksa pertahanan Indonesia bekerja tanpa henti.
Petaka datang dari kemelut di area berbahaya. Bola liar memantul tepat di depan gawang. Dalam refleks sepersekian detik, salah satu pemain Indonesia tak sengaja menyentuh bola dengan tangan dari jarak yang nyaris tak terhindarkan.
Wasit langsung menunjuk titik putih.
Protes dilayangkan, namun keputusan tak berubah. Penalti untuk Jepang.
Baca Juga: LIVE SCORE Semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026: Adriansyah Buat Indonesia Unggul 3-2 Atas Jepang
Shimizu Kembali Menjadi Momok
Shimizu kembali maju sebagai eksekutor. Sosok yang sebelumnya sudah mengguncang mental Indonesia kini kembali berdiri di pusat panggung.
Dengan langkah tenang dan tatapan dingin, ia mengarahkan tembakan ke sisi kiri gawang. Ahmad Habiebie membaca arah bola dan bergerak cepat, tetapi sepakan Shimizu terlalu kencang dan presisi.
Gol.
Skor kembali imbang.
Shimizu kembali menjadi mimpi buruk. Jepang hidup lagi. Indonesia kembali berada di bawah ujian berat.
Semifinal Berubah Jadi Adu Mental
Gol penalti itu menegaskan betapa tipisnya batas antara euforia dan kekecewaan di level semifinal Asia. Dalam waktu singkat, keunggulan Indonesia sirna dan momentum bergeser.
Sisa laga tak lagi soal dominasi permainan.
Melainkan soal ketahanan mental, kejernihan berpikir di tengah kelelahan, dan keberanian mengambil keputusan di bawah tekanan sejarah.
Indonesia belum tumbang. Jepang belum selesai. Semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026 pun menjelma menjadi drama penuh ketegangan, luka, dan harapan.