Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

LIVE SCORE Semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026: Adriansyah Buat Indonesia Unggul 3-2 Atas Jepang

Abdul Rochim • Kamis, 5 Februari 2026 | 20:59 WIB

 

Timnas Futsal Indonesia versus Jepang.
Timnas Futsal Indonesia versus Jepang.

JAKARTA – Laga semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026 antara Timnas Futsal Indonesia dan Jepang sejak awal menegaskan satu hal: ini bukan pertandingan biasa.

Memasuki pertengahan babak kedua, Garuda Futsal sempat berada dalam posisi ideal.

Keunggulan dua gol, pressing agresif, dan dukungan penuh publik membuat Indonesia terlihat menguasai arah permainan.

Ritme dijaga cepat. Pergerakan bola mengalir lancar. Jepang dipaksa bertahan lebih dalam dari kebiasaan mereka.

Pada fase ini, Indonesia tampil percaya diri—berani menekan, disiplin dalam transisi, dan meyakini peluang menuju final kian terbuka.

Namun futsal Asia jarang menghadirkan jalan yang lurus. Jepang, dengan pengalaman panjang di level tertinggi, tak pernah sepenuhnya keluar dari laga.

Indonesia Menekan, Jepang Menunggu

Awal babak kedua masih berada dalam genggaman Indonesia. Samuel Eko memimpin tekanan dari garis depan, memaksa Jepang berkali-kali kehilangan bola di area sendiri. Bahkan kiper Hiroshi Tabuchi beberapa kali terlihat meninggalkan gawangnya terlalu jauh akibat tekanan tinggi Garuda.

Serangan dari sisi kiri memaksa Jepang membuang bola keluar lapangan. Meski hanya berujung lemparan gawang, situasi itu menegaskan betapa besar tekanan yang tengah dihadapi Samurai Biru.

Jepang memilih bersabar. Mereka merapatkan jarak antarpemain, menurunkan tempo, dan menunggu celah alih-alih memaksakan serangan.

Gol Motoishi Mengubah Arah Laga

Perubahan momentum datang dari kaki Takehiro Motoishi. Dari luar area, ia melepaskan tembakan keras yang sempat dibendung Ahmad Habiebie. Namun bola pantul justru menguntungkan Jepang.

Gol tercipta. Skor berubah menjadi 2-1.

Gol itu menjadi titik balik. Bangku cadangan Jepang hidup, bahasa tubuh pemain berubah, dan kepercayaan diri yang sempat meredup kembali menyala. Sejak saat itu, arah pertandingan mulai bergeser.

Intensitas Indonesia Menurun, Jepang Membaca Celah

Indonesia berusaha menjaga tekanan, tetapi energi yang terkuras sejak awal laga mulai terasa. Jarak antarlini melebar, reaksi sedikit terlambat, dan konsentrasi tak lagi setajam sebelumnya.

Jepang merespons dengan tenang. Sirkulasi bola dipercepat, pemain Indonesia ditarik keluar dari posisinya, dan ruang kosong mulai dieksploitasi. Di fase inilah pengalaman Jepang mengambil peran.

Shimizu Samakan Kedudukan

Tak lama berselang, Jepang kembali menghukum. Kazuya Shimizu menerima bola di sisi kanan dan langsung melepaskan tembakan rendah tanpa banyak sentuhan. Bola menyusur lantai, melewati sela pemain bertahan Indonesia.

Ahmad Habiebie sudah menjatuhkan badan, namun kecepatan bola tak terbendung.

Gol. Skor kembali imbang 2-2.

Tanpa kontroversi, tanpa defleksi—hanya penyelesaian dingin yang membuat arena mendadak sunyi. Jepang bersorak, Indonesia terdiam.

Laga Berubah Menjadi Ujian Mental

Gol penyama kedudukan mengembalikan pertandingan ke titik nol. Jepang kini bermain lebih lepas dan percaya diri, sementara Indonesia dituntut cepat menata ulang emosi.

Duel fisik mengeras. Setiap sentuhan terasa krusial. Dominasi tak lagi mutlak—yang tersisa hanyalah ketahanan mental dan keberanian mengambil keputusan di bawah tekanan.

Firman Adriansyah Jadi Penentu

Saat laga tampak menuju babak tambahan, Indonesia menemukan momentumnya. Di sisa waktu kurang dari dua menit, Firman Adriansyah muncul sebagai pembeda.

Menerima bola di area serang, ia tak ragu. Sepakan keras dilepaskan tanpa banyak persiapan. Bola meluncur tajam menuju gawang Jepang.

Tabuchi terlambat bereaksi.
Gol.

Indonesia kembali memimpin 3-2.

Emosi pun meledak. Bangku cadangan Indonesia berdiri, suporter bergemuruh, sementara Jepang segera meminta time out untuk menyusun serangan terakhir.

Dua Menit Penuh Ketegangan

Gol Firman bukan sekadar keunggulan angka. Ia menjadi penegasan bahwa Indonesia belum menyerah pada tekanan, bahwa setelah dihantam kebangkitan Jepang, Garuda Futsal masih mampu bangkit.

Sisa waktu berubah menjadi detik-detik penuh ketegangan. Jepang menyiapkan upaya terakhir, Indonesia bersiap bertahan dengan seluruh tenaga.

Satu hal menjadi jelas:
di semifinal ini, Indonesia tidak hanya menghadapi Jepang—tetapi juga melawan kelelahan, tekanan mental, dan bayang-bayang sejarah.

Editor : Abdul Rochim
#timnas futsal indonesia #live score Timnas Futsal Indonesia vs Jepang #link live streaming timnas futsal indonesia vs jepang #Live Streaming Futsal Indonesia vs Jepang #Semifinal Piala Asia Futsal 2026