Belum 100 Persen Pulih, Megawati Hangestri Siap Hadapi GS Caltex Sore Ini

RADARPATI.JAWAPOS.COM - Kekalahan 0-3 dari Expressway Hi-Pass menjadi bahan evaluasi bagi Hyundai Hillstate menjelang laga penentuan melawan GS Caltex di KOVO Cup 2026, Jumat (16/10/2026). Pelatih Kang Sung-hyung dituntut memperbaiki koordinasi tim demi menjaga peluang melaju ke semifinal.
Performa Hyundai Hillstate saat menghadapi Hi-Pass masih menyisakan sejumlah persoalan. Tingkat keberhasilan serangan mereka hanya mencapai 27,7 persen, disertai 17 kesalahan sendiri (unforced errors) dan tujuh poin yang hilang akibat blok lawan.
Meski demikian, tim asal Suwon tersebut mencatatkan 83 dig sukses dan 17 receive akurat. Perbaikan koordinasi antarpemain menjadi pekerjaan utama sebelum menghadapi GS Caltex.
Kondisi Megawati Belum Pulih Sepenuhnya
Kang Sung-hyung mengakui kondisi Megawati Hangestri Pertiwi belum mencapai 100 persen setelah menjalani operasi usus buntu. Meski demikian, pemain berjuluk Megatron itu tetap diturunkan dalam pertandingan pembuka.
“Setelah menjalani operasi usus buntu, Mega langsung bertanding di turnamen ini, jadi kondisinya belum 100 persen,” ujar Kang.
Pelatih tersebut sempat mempertimbangkan untuk menempatkan Megawati sebagai pemain pengganti. Namun, waktu persiapan yang terbatas menjelang kompetisi reguler membuatnya memilih memberikan kesempatan bermain agar koordinasi tim semakin matang.
Selain Megawati, Jordan Wilson juga diharapkan berperan penting dalam pertandingan berikutnya. Kang menilai pemain asal Amerika Serikat itu tidak hanya harus tajam dalam menyerang, tetapi juga mampu menerima bola dengan baik.
“Selain dituntut menjadi pencetak poin yang andal, dia juga harus menjadi penerima bola (receiver) yang bagus. Jordan adalah pemain kunci kami musim ini,” kata Kang.
Kim Da-in dan Variasi Serangan Jadi Penentu
Menghadapi GS Caltex, Hyundai Hillstate perlu meningkatkan variasi serangan, termasuk memaksimalkan quick attack melalui pemain tengah. Kehadiran Bae Yu-na yang mengisi posisi middle blocker setelah Yang Hyo-jin pensiun juga menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat permainan tim.
Peran setter Kim Da-in akan sangat menentukan. Akurasi umpannya dibutuhkan untuk membangun serangan yang lebih efektif sekaligus memaksimalkan kemampuan Megawati dan Wilson di lini depan.



