RADAR PATI - Memasuki babak kedua, Bhayangkara FC langsung mengambil alih jalannya permainan saat menghadapi Arema FC.
Keunggulan jumlah pemain membuat Bhayangkara lebih dominan dalam penguasaan bola, meski secara skor masih tertinggal 0-1 dari Arema FC.
Dominasi Bhayangkara terlihat dari peningkatan penguasaan bola pada babak kedua.
Serangan demi serangan dilancarkan untuk mengejar ketertinggalan.
Pada menit ke-51, peluang emas datang melalui tendangan bebas yang hampir berbuah gol.
Namun upaya tersebut masih mampu dihentikan kiper Arema, Teguh Amiruddin Pandenuwu.
Meski hujan telah reda, jalannya pertandingan tetap terganggu oleh genangan air di sejumlah titik lapangan yang membuat aliran bola sering terhambat.
Peluang lain sempat tercipta saat Ryo Matsumura berhasil menusuk masuk ke area penalti Arema.
Sayangnya, penyelesaian akhirnya masih terlalu lemah sehingga mudah diamankan oleh lini pertahanan Arema.
Arema sendiri tidak tinggal diam. Pada menit ke-63, Gustavo Franca melepaskan tendangan keras dari jarak jauh yang mengarah ke gawang Bhayangkara.
Namun kiper Awan Setho tampil sigap dengan menepis bola tersebut.
Drama kembali terjadi pada menit ke-68 ketika wasit Yamamoto melakukan VAR checking terkait dugaan pelanggaran yang melibatkan Dalberto.
Setelah meninjau tayangan ulang, wasit memutuskan memberikan kartu merah kepada Dalberto.
Keputusan tersebut membuat Arema FC harus melanjutkan pertandingan hanya dengan sembilan pemain.
Setelah sebelumnya juga kehilangan Pablo Oliveira yang lebih dulu diusir keluar lapangan.
Dengan keunggulan jumlah pemain yang cukup signifikan, Bhayangkara FC kini semakin intens menekan pertahanan Arema.
Pertanyaannya, mampukah Bhayangkara membalikkan keadaan dan menyamakan kedudukan sebelum laga berakhir?
Editor : Abdul Rochim