Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Cegah Bentrokan, Polisi di Temanggung Amankan 17 Pelajar dan Senjata Tajam

Abdul Rochim • Jumat, 20 Februari 2026 | 15:26 WIB

 

Petugas kepolisian memberikan pembinaan kepada sejumlah remaja yang diduga hendak terlibat tawuran di Temanggung. (DOK Polres Temanggung)
Petugas kepolisian memberikan pembinaan kepada sejumlah remaja yang diduga hendak terlibat tawuran di Temanggung. (DOK Polres Temanggung)

TEMANGGUNG – Aparat Polsek Kota Temanggung berhasil mencegah potensi tawuran antarpelajar yang sempat meresahkan masyarakat.

Sebanyak 17 remaja diamankan setelah konvoi mereka yang membawa senjata tajam viral di media sosial.

Kapolsek Kota Temanggung AKP Sigit Dwi Setyawan menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (18/2) sekitar pukul 01.00 WIB.

Rombongan remaja itu terdiri dari 10 pelajar SMP asal Kecamatan Tembarak dan 7 remaja dari Kecamatan Kandangan.

Mereka bergerak menuju wilayah Tembarak sambil membawa senjata tajam.

Sebelum bentrokan terjadi, aksi mereka lebih dulu dihadang warga di Desa Lungge.

Informasi dari masyarakat segera ditindaklanjuti oleh petugas dengan melakukan patroli dan penyisiran.

Polisi kemudian mengamankan seluruh remaja yang terlibat beserta barang bukti senjata tajam.

Setelah diamankan, pihak kepolisian memanggil orang tua serta perwakilan sekolah masing-masing untuk dilakukan pembinaan.

Dalam pertemuan tersebut, para pelajar diberi pemahaman tentang risiko dan konsekuensi hukum dari aksi tawuran.

Kapolsek juga mengimbau orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama pada malam hari.

Ia menekankan pentingnya memastikan anak sudah berada di rumah paling lambat pukul 22.00 WIB guna mencegah mereka terlibat ataupun menjadi korban tindak kriminal.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Di hadapan polisi, guru, dan orang tua, para remaja mengakui kesalahan dan menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Menurut Kapolsek, kasus ini menjadi pengingat bahwa kolaborasi antara aparat keamanan, sekolah, dan keluarga sangat penting untuk menjaga ketertiban wilayah serta melindungi masa depan generasi muda di Kabupaten Temanggung. (dev)

Editor : Abdul Rochim
#senjata tajam #konvoi #remaja #temanggung