Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Anak SD Bunuh Diri di NTT, Sempatkan Susun Surat Wasiat Ditulis Tangan YBS dengan Emo Nangis

Abdul Rochim • Rabu, 4 Februari 2026 | 07:59 WIB
Surat wasiat korban untuk mamanya.
Surat wasiat korban untuk mamanya.

NGADA- Peristiwa duka terjadi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun berinisial YBS, yang duduk di bangku kelas IV sekolah dasar, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung pada Kamis siang (29/1/2026).

Jasad YBS ditemukan di sebuah pohon cengkeh tak jauh dari pondok sederhana tempat ia sehari-hari tinggal bersama neneknya yang telah berusia sekitar 80 tahun.

Saat kejadian, sang nenek diketahui sedang berada di rumah warga lain.

Salah satu warga setempat, Gregorius Kodo, mengungkapkan bahwa latar belakang keluarga korban tergolong sangat memprihatinkan.

Kondisi itulah yang membuat YBS lebih banyak menghabiskan waktu tinggal bersama neneknya di pondok, terpisah dari ibu dan saudara-saudaranya.

Korban disebut minim mendapatkan perhatian orang tua. Ayah YBS telah meninggal dunia sejak ibunya masih mengandung.

Almarhum ayah merupakan suami ketiga dari sang ibu, yang kini harus menanggung hidup lima orang anak dalam kondisi ekonomi serba terbatas.

Beberapa waktu sebelum peristiwa tragis itu terjadi, YBS sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku tulis dan pulpen.

Namun permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan biaya.

Dalam olah tempat kejadian perkara, aparat kepolisian menemukan secarik kertas berisi pesan tulisan tangan yang ditujukan kepada sang ibu.

Surat tersebut berada tak jauh dari lokasi korban ditemukan.

Pesan itu ditulis menggunakan bahasa daerah Ngada dan berisi ungkapan perpisahan.

Korban meminta ibunya untuk merelakan kepergiannya dan tidak bersedih atau mencarinya.

Ini surat wasiat ditulis tangan YBS dalam Bahasa Ngada:

KERTAS TII MAMA RETI

MAMA GALO ZEEMAMA MOLO JA’OGALO MATA MAE RITA EE MAMA

MAMA JAO GALO MATAMAE WOE RITA NE’E GAE NGAO EEMOLO MAMA

yang artinya :

SURAT BUAT MAMA RETI

MAMA SAYA PERGI DULUMAMA RELAKAN SAYA PERGI (MENINGGAL) JANGAN MENANGIS YA MAMA

MAMA SAYA PERGI (MENINGGAL) TIDAK PERLU MAMA MENANGIS DAN MENCARI ATAU MERINDUKAN SAYA

SELAMAT TINGGAL MAMA

Di bagian akhir surat, terdapat gambar kecil menyerupai emoji wajah menangis.

Kasi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus E. Pissort, membenarkan keberadaan surat tersebut.

Ia menyatakan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan tulisan di surat itu identik dengan tulisan korban di buku-buku sekolahnya.

“Dari hasil pencocokan, penyidik menemukan kesamaan tulisan yang kuat dengan milik korban,” jelas Benediktus.

Polisi juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, di antaranya Kornelis Dopo (59), Gregorius Kodo (35), dan Rofina Bera (34), yang semuanya merupakan warga Dusun Sawasina, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu.

Kornelis menuturkan, sekitar pukul 11.00 Wita, ia hendak mengikat kerbau di sekitar pondok nenek korban.

Dari kejauhan, ia melihat tubuh YBS sudah tergantung di pohon.

Ia kemudian berlari ke jalan sambil berteriak meminta pertolongan hingga warga berdatangan dan menghubungi pihak kepolisian.

Sementara itu, pada pagi hari sekitar pukul 08.00 Wita, Gregorius dan Rofina sempat melihat YBS duduk sendirian di bale-bale di depan pondok.

Mereka menanyakan keberadaan nenek korban serta alasan YBS tidak berangkat ke sekolah.

“Dia hanya menunduk dan terlihat sangat sedih,” ungkap Gregorius.

Ibu korban, MGT (47), mengatakan bahwa pada malam sebelum kejadian, YBS sempat bermalam di rumahnya.

Keesokan paginya, sekitar pukul 06.00 Wita, YBS diantar menggunakan ojek menuju pondok neneknya.

Sebelum berpisah, sang ibu sempat menasihati anaknya agar tetap rajin bersekolah. Sambil menjelaskan bahwa kondisi ekonomi keluarga saat ini sangat terbatas dan penghasilan sulit diperoleh.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar, sekaligus membuka kembali perhatian publik terhadap persoalan kemiskinan ekstrem dan dampaknya terhadap anak-anak di wilayah pedalaman. (*)

Editor : Abdul Rochim
#siswa SD bunuh diri karena tidak bisa beli buku dan pena #surat wasiat #surat wasiat siswa SD bunuh diri di NTT #anak bunuh diri tak bisa beli buku #emoticon menangis #Siswa SD Bunuh Diri di NTT #kronologi siswa SD bunuh diri di NTT