PATI – Masyarakat banyak yang mengeluhkan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang ugal-ugalan di jalanan.
Diketahui banyak bus AKAP jurusan Semarang – Surabaya dikenal sering ugal-ugalan saat melintas di jalur pantura.
Menanggapi hal tersebut anggota DPRD Kabupaten Pati Danu Ikhsan Hariscandra meminta agar ada ketegasan dari pihak berwenang. Sehingga tidak ada bus yang ugal-ugalan dan merugikan pengguna jalan lain.
“Harus ada tindakan tegas pihak kepolisian. Sopir yang ugal-ugalan harus ditindak. Dari pihak perusahaan bus juga harus ditindak,” jelas anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pati ini.
Pihaknya berharap operator bus-bus yang ada jangan hanya mementingkan kecepatan waktu tempuh, tetapi juga memperhatikan keselamatan lalu lintas di jalan. Keselamatan penumpang dan juga pengguna jalan yang lainnya.
Diberitakan sebelumnya, baru-baru ini (27/4) sepasang suami istri menjadi korban kecelakaan di jalur pantura Pati – Juwana di Desa Widorokandang, Pati Kota. Diduga bus tersebut melaju ugal-ugalan.
Dalam keterangan resmi Polresta Pati, saat itu sebuah bus AKAP hendak mendahului kendaraan lain, namun tidak cukup ruang.
Kemudian menabrak sepasang suami istri yang yang mengendarai sepeda motor. Salah satu korban meninggal dunia. Korban sebelumnya tercebur ke sungai, pencarian memakan waktu hingga 7 jam dan ditemukan meninggal dunia.
Usai viral kecelakaan itu banyak yang geram dengan aksi ugal-ugalan bus AKAP yang sering melintas di jalur pantura Pati – Juwana ini.
Hal itu seperti terlihat di postingan facebook. Dimana banyak yang meminta agar ada penindakan tegas dari pihak berwenang terhadap bus yang ugal-ugalan tersebut.
Bahkan dalam beberapa komentar ada yang mengancam, jika masih ugal-ugalan masyarakat bisa mengambil tindakan sendiri di lapangan. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab