
RADARPATI.JAWAPOS.COM - Pemerintah memastikan proses rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 akan mulai dibuka pada November ini. Kabar tersebut menjadi peluang bagi masyarakat yang ingin mengikuti seleksi aparatur sipil negara (ASN), termasuk para pencari kerja di Jawa Tengah.
Kepastian pembukaan seleksi disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi setelah mengikuti rapat koordinasi pemerintah bersama DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Dalam konferensi pers tersebut, Prasetyo menyampaikan bahwa pemerintah akan segera menjalankan proses penerimaan CPNS.
Di tengah rencana rekrutmen nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah mengajukan kebutuhan sekitar 1.000 formasi CPNS untuk 2026. Sebagian besar usulan tersebut diarahkan untuk memenuhi kekurangan tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis dan perawat.
Jawa Tengah Prioritaskan Formasi Tenaga Kesehatan
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, mengungkapkan bahwa penambahan tenaga medis masih menjadi kebutuhan penting di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah.
Menurutnya, usulan sekitar 1.000 formasi tersebut didominasi jabatan tenaga kesehatan karena kebutuhan sumber daya manusia di sektor tersebut masih cukup besar.
Pernyataan itu disampaikan Sumarno saat menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan fungsional di lingkungan Pemprov Jateng, Gedung Grhadika Bhakti Praja, Kamis (25/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa kekurangan pegawai tidak hanya terjadi pada sektor kesehatan. Sejumlah bidang pelayanan publik lainnya juga masih membutuhkan tambahan aparatur untuk menunjang kegiatan pemerintahan.
Namun, pemenuhan tenaga medis dinilai lebih mendesak karena berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain kebutuhan perawat, sejumlah rumah sakit daerah di Jawa Tengah juga masih menghadapi keterbatasan dokter spesialis. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya untuk penanganan pasien rujukan.



