Banyak Gunung Erupsi dan Gempa, Tanda Megathrust? Cek 14 Zona-nya

RADARPATI.JAWAPOS.COM - Indonesia kembali memperbarui peta risiko kegempaan nasional seiring tingginya dinamika tektonik di wilayah Nusantara.
Terapit di antara empat lempeng tektonik utama dunia—Lempeng Eurasia, Indo-Australia, Laut Filipina, dan Pasifik—wilayah Indonesia dilintasi jalur subduksi raksasa sepanjang kurang lebih 9.000 kilometer dari kawasan barat hingga timur.
Untuk memetakan ancaman tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) resmi menerbitkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2024.
Baca Juga: WASPADA! Gunung Anak Krakatau Erupsi, Siaga 1 Megathrust?
Dokumen ini menjadi pemutakhiran ketiga dalam kurun 14 tahun terakhir, setelah penerbitan peta serupa pada tahun 2010 dan 2017.
Dalam kajian geologi dan seismotektonik, gempa subduksi secara umum terbagi menjadi gempa Benioff (intraslab) dan gempa megathrust (interface).
Gempa megathrust terjadi pada bidang kontak antarlempeng di kedalaman relatif dangkal—kurang dari 50 kilometer—yang mampu menyimpan akumulasi energi besar dalam jangka waktu lama serta berpotensi kuat memicu gelombang tsunami.
Evolusi Sains: Mengapa Jumlah Zona Megathrust Berubah?
Perubahan jumlah maupun klasifikasi zona megathrust dalam peta 2024 mencerminkan perkembangan riset dan penemuan data tektonik baru. Pemutakhiran ini mencakup revaluasi geologi di wilayah Indonesia bagian timur.
Sebagai contoh, Sesar Naik Halmahera dan Sangihe yang sebelumnya dimasukkan ke dalam kategori megathrust Laut Maluku, kini diidentifikasi sebagai hasil deformasi dari zona kolisi (collision zone) antara Busur Halmahera dan Busur Sangihe.
Selain itu, Megathrust Papua yang tercantum pada peta 2010 dan 2017 kini dimodelkan ulang sebagai sistem sesar naik North Papua Thrust.
Rincian 14 Segmen Megathrust dan Potensi Magnitudo Maksimum ($M_{max}$)
Mengacu pada pemodelan PuSGeN 2024, berikut adalah rincian 14 segmen megathrust yang teridentifikasi berpotensi berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap wilayah Indonesia:



