Cara Stek Bougenville dari Batang Muda, Ikuti 4 Langkah Ini agar Cepat Berakar


RADARPATI.JAWAPOS.COM Memperbanyak tanaman bougenville atau bunga kertas ternyata tidak selalu harus menggunakan batang tua yang sudah berwarna cokelat, sebab ranting muda berwarna hijau juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan stek.
Meski demikian, stek menggunakan batang muda membutuhkan perlakuan khusus karena teksturnya masih lunak dan rentan mengalami layu, kering, bahkan membusuk sebelum akar baru terbentuk.
Dilansir dari Radarsolo.com, keberhasilan memperbanyak bougenville melalui ranting hijau bergantung pada beberapa faktor, mulai dari pemilihan batang, pengurangan daun, perlindungan dari jamur, hingga pengaturan kelembapan.
Teknik ini mengutamakan pengurangan penguapan air dan penggunaan sungkup agar batang tetap segar selama proses pembentukan akar, sebagaimana dirangkum dari kanal YouTube Gubuk Bougenville.
Baca Juga: 4 Cara Stek Batang Bougenville agar Cepat Berakar, Perhatikan Media Tanam dan Perawatannya
1. Pilih Ranting Sehat dan Pangkas Sebagian Daun
Tahap pertama adalah memilih ranting hijau yang masih segar dari tanaman induk yang sehat serta tidak terserang hama maupun penyakit.
Potong ranting menjadi beberapa bagian berukuran sedang dengan memastikan setiap potongan memiliki sedikitnya tiga mata tunas aktif.
Selanjutnya, buang daun pada bagian bawah batang dan sisakan sekitar tiga hingga empat helai daun di bagian ujung.
Potong separuh ukuran setiap daun yang tersisa untuk mengurangi penguapan air sekaligus menekan kebutuhan nutrisi selama stek belum memiliki akar.
2. Lindungi Batang dengan Fungisida dan Siapkan Media Tanam
Batang bougenville yang masih muda memiliki jaringan relatif lunak sehingga lebih mudah terserang jamur yang dapat memicu pembusukan.
Untuk mengurangi risiko tersebut, bagian pangkal stek perlu diberi larutan fungisida, misalnya produk berbahan aktif propineb seperti Antracol.
Setelah dicelupkan atau diolesi fungisida, diamkan batang selama beberapa menit di tempat teduh agar cairannya meresap dan mengering.
Sementara itu, siapkan media tanam berupa campuran tanah remah dan sekam yang sudah lapuk sempurna di dalam polibek.
Hindari penggunaan tanah liat yang terlalu padat maupun pupuk kandang mentah karena kondisi media yang terlalu basah dapat meningkatkan risiko pembusukan batang.
3. Buat Lubang Tanam dan Tutup dengan Sungkup
Sebelum memasukkan batang stek, buat lubang tanam sedalam sekitar 3–5 sentimeter menggunakan lidi, tusuk sate, atau ranting kecil.
Cara tersebut bertujuan menghindari gesekan langsung antara batang yang masih lunak dengan media tanam yang berpotensi merusak lapisan kulitnya.
Masukkan potongan batang ke dalam lubang, kemudian rapatkan media di sekelilingnya secara perlahan agar stek dapat berdiri dengan kokoh.
Tahap berikutnya adalah memasang sungkup menggunakan plastik bening untuk menjaga kelembapan udara di sekitar tanaman.
Sungkup bisa dibuat secara individual pada setiap polibek atau menggunakan satu penutup berukuran besar untuk beberapa bibit sekaligus.
Pastikan bagian sungkup tertutup rapat agar kelembapan tetap terjaga dan batang tidak cepat kehilangan kandungan air.
4. Rawat Stek hingga Akar Tumbuh Kuat
Letakkan polibek berisi stek bougenville di tempat teduh yang tetap mendapatkan cahaya terang, tetapi terhindar dari paparan sinar matahari langsung.
Periksa kondisi tanaman dan media tanam setidaknya satu kali dalam sepekan untuk memastikan kelembapan tetap terjaga.
Penyiraman tidak perlu dilakukan apabila dinding plastik masih dipenuhi embun dan media tanam terasa lembap.
Sebaliknya, berikan sedikit air apabila media mulai mengering agar kondisi lingkungan tetap mendukung pertumbuhan akar.
Dalam kondisi lingkungan yang sesuai dan pada varietas tertentu, akar halus berpotensi mulai muncul dalam waktu sekitar 10–15 hari.
Meski demikian, bibit sebaiknya tetap berada di dalam sungkup selama kurang lebih satu bulan agar sistem perakarannya berkembang dan mampu menyerap air secara mandiri.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, ranting muda bougenville yang biasanya terbuang saat pemangkasan dapat dimanfaatkan menjadi bibit baru untuk mempercantik halaman maupun taman rumah. (*)


