KUDUS – Sebuah video berdurasi 16 detik yang beredar melalui WhatsApp menyoroti kondisi Jalan Dukuh Dlinggo, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae.
Dalam rekaman tersebut, seorang pengendara mobil merekam jalan yang rusak dan berlumpur sambil melontarkan sindiran dalam bahasa Jawa terkait buruknya kondisi infrastruktur.
Pantauan di lokasi menunjukkan permukaan jalan tidak rata, dipenuhi lumpur dan genangan air.
Pengendara roda dua maupun roda empat terlihat harus melaju pelan untuk menghindari tergelincir.
Di sisi timur jalan terdapat pangkalan truk yang juga menggunakan akses tersebut.
Kepala Desa Peganjaran, Sutikdjo, menjelaskan ruas Jalan Dukuh Dlinggo memiliki panjang lebih dari satu kilometer dan menjadi jalur alternatif penghubung Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, dengan Desa Besito, Kecamatan Gebog, selain akses di Perempatan Peganjaran.
Ia menyebut status jalan tersebut sempat berubah-ubah.
Awalnya berstatus jalan desa, lalu pada 2019 menjadi jalan kabupaten.
Namun karena perbaikan belum terealisasi, pada 2025 statusnya kembali menjadi jalan desa.
Usulan perbaikan sempat diajukan ke pemerintah kabupaten pada 2023, tetapi belum mendapat tindak lanjut.
Setelah kembali menjadi kewenangan desa, perbaikan baru bisa direncanakan melalui RKPDes.
Saat ini masih terdapat sekitar 100 meter ruas jalan dari arah Jalan Lingkar Kudus ke utara yang belum diperbaiki, sementara bagian lainnya disebut sudah dalam kondisi lebih baik.
Menurut Sutikdjo, genangan air muncul saat hujan turun.
Ketika cuaca kering, jalan tidak tergenang namun tetap dalam kondisi rusak dan berdebu.
Ia berharap dengan status yang kini jelas sebagai jalan desa, perbaikan dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan Dana Desa agar akses warga kembali aman dan lancar.
Editor : Abdul Rochim