Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Tabuh Bedug Dandangan Bergema di Kudus, Tanda 1 Ramadan 1447 H

Abdul Rochim • Kamis, 19 Februari 2026 | 09:19 WIB
TANDA DIMULAINYA RAMADAN: Petugas menabuh bedug di kawasan Menara Kudus sebagai penanda datangnya bulan suci, Rabu (18/2). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)
TANDA DIMULAINYA RAMADAN: Petugas menabuh bedug di kawasan Menara Kudus sebagai penanda datangnya bulan suci, Rabu (18/2). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)

KUDUS – Suasana religius dan semarak menyatu dalam tradisi Dandangan yang kembali digelar di Kota Kretek.

Rabu (18/2) sore, kirab budaya dan prosesi tabuh bedug menjadi penanda resmi datangnya 1 Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada Kamis (19/2).

Sejak pukul 15.00 WIB, ribuan warga telah memadati jalur kirab hingga area Masjid Menara Kudus.

Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya kawasan sekitar menara yang menjadi pusat kegiatan.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyampaikan bahwa Dandangan bukan sekadar tradisi tahunan.

Tetapi juga sarana syiar agama sekaligus penggerak ekonomi warga.

Pemerintah Kabupaten Kudus berkolaborasi dengan Yayasan Makam Menara Sunan Kudus untuk memastikan rangkaian acara berjalan lancar.

“Ini sudah menjadi tradisi turun-temurun. Selain menyambut Ramadan, Dandangan juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama pedagang kaki lima,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama 10 hari pelaksanaan, jumlah pengunjung sangat tinggi.

Pemerintah daerah berencana menghitung total perputaran ekonomi yang terjadi dan mempublikasikannya sebagai bentuk transparansi.

Evaluasi juga akan dilakukan untuk penyelenggaraan yang lebih baik di masa mendatang.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Disbudpar Kudus, Teguh Riyanto, menjelaskan rangkaian kirab dimulai dari apel di Alun-alun Kulon.

Peserta kemudian berjalan kaki sekitar 500 meter menuju menara.

Setibanya di lokasi, rombongan melaksanakan salat Asar berjamaah dan ziarah ke makam Sunan Kudus sebelum prosesi utama digelar.

Pemilihan Alun-alun Kulon memiliki nilai historis, karena dahulu menjadi titik berkumpul masyarakat saat menanti pengumuman awal Ramadan.

Sekitar pukul 17.00 WIB, bedug di menara mulai ditabuh.

Dentuman “dang, dang, dang” yang menggema menjadi simbol dimulainya ibadah puasa.

Prosesi tersebut menegaskan bahwa Dandangan bukan hanya pesta rakyat, tetapi tradisi sarat nilai sejarah dan religius yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda.

Panitia tabuh bedug, Ahmad Arinal Haq, menuturkan sebelum penabuhan, dilakukan ziarah bersama dan tausiyah mengenai keutamaan Ramadan.

Sekitar delapan orang bertugas menabuh bedug di atas menara sembari melantunkan selawat.

“Prosesi berlangsung singkat, cukup beberapa tabuhan sebagai tanda Ramadan tiba. Karena ruang terbatas, masyarakat bisa menyaksikan dari bawah,” jelasnya.

Dengan ditabuhnya bedug Dandangan, warga Kudus resmi menyambut Ramadan 1447 Hijriah.

Tradisi yang terus dijaga ini bukan hanya merawat warisan leluhur, tetapi juga memperkuat identitas religius dan kebersamaan masyarakat menjelang bulan suci. (dik/him)

Editor : Abdul Rochim
#tabuh bedug #kudus #1 Ramadan 1447 Hijriah #dandangan #1 ramadan