KUDUS – Suasana khidmat menyelimuti detik-detik pergantian Tahun Baru Imlek di TITD Klenteng Hok Hien Bio, Selasa (17/2) tepat pukul 00.00 WIB.
Puluhan umat melaksanakan sembahyang besar dalam keheningan, memanjatkan doa dan harapan menyambut Tahun Kuda Api.
Salah satu umat, Agus Wartono (41), warga Desa Cendono, Kecamatan Dawe, mengaku hampir tidak pernah absen mengikuti ibadah malam Imlek di klenteng tersebut.
Sejak kecil, ia rutin datang untuk bersembahyang sekaligus menjalin silaturahmi dengan sesama umat dan pengurus.
“Saya memang biasanya mengikuti ibadah Imlek di sini. Sejak kecil hampir setiap malam Imlek saya datang untuk beribadah sekaligus menjaga silaturahmi,” ujarnya saat ditemui usai bersilaturahmi dengan pengurus klenteng, Senin (16/2) siang.
Tahun ini, umat menyambut pergantian shio menuju Tahun Kuda dengan elemen api.
Dalam kepercayaan Tionghoa, Kuda melambangkan pribadi yang energik, pekerja keras, dan penuh semangat.
Unsur api diyakini memperkuat karakter ambisius, keberanian, serta daya juang yang tinggi.
Sejumlah praktisi fengshui menyebut tahun berunsur api identik dengan dinamika dan gejolak.
Kondisi tersebut dinilai menguntungkan bagi mereka yang memiliki tekad kuat untuk berkembang.
Namun di sisi lain, energi yang besar juga menuntut kewaspadaan dan kemampuan mengendalikan diri.
Bagi Agus, pergantian tahun menjadi momentum refleksi dan evaluasi diri.
Bagi rekan-rekan yang sedang dalam keberuntungan, pihaknya doakan semoga menjadi pencapaian luar biasa dan menutup kemunduran tahun sebelumnya.
"Yang shionya kurang beruntung, jadikan ini bahan introspeksi dan perencanaan agar lebih baik lagi,” tuturnya.
Ia berharap Tahun Kuda Api membawa keberkahan bagi masyarakat luas, terutama di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
“Semoga semua menemukan jalan menuju kesejahteraan masing-masing. Kita juga doakan bangsa dan negara menjadi bangsa besar, berdaulat, adil, dan makmur,” imbuhnya.
Pantauan di lokasi, persiapan ibadah telah dilakukan sejak Senin siang.
Dupa dan lilin ditata rapi, meja altar dihiasi persembahan seperti apel, aneka kue, serta kue keranjang sebagai bagian dari tradisi.
Sehari sebelumnya, pengurus klenteng juga membersihkan patung-patung dewa sebagai simbol penyucian diri menyambut tahun baru.
Sekitar 50 umat mulai berkumpul sejak pukul 23.30 WIB sebelum prosesi sembahyang dimulai tepat tengah malam.
Ibadah berlangsung kurang lebih satu jam.
Seusai sembahyang, umat diperbolehkan membawa pulang lilin dan dupa yang telah disediakan sebagai simbol doa dan harapan dalam menyongsong Tahun Kuda Api dengan semangat baru. (dik/him)
Editor : Abdul Rochim