Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Padat Pengunjung, Malam Perdana Dandangan Meriahkan Jalan Sunan Kudus

Abdul Rochim • Senin, 9 Februari 2026 | 17:28 WIB
MUNTEL: Suasana dandangan pada malam pertama dipadati pengunjung kemarin malam
MUNTEL: Suasana dandangan pada malam pertama dipadati pengunjung kemarin malam

KUDUS – Tradisi Dandangan resmi bergulir pada Jumat malam (7/2) dan langsung menyedot perhatian masyarakat.

Sejak sore hingga malam hari, arus pengunjung terus berdatangan, terlebih karena bertepatan dengan malam akhir pekan dan didukung kondisi cuaca yang mendukung.

Keramaian terpantau di sepanjang Jalan Sunan Kudus, mulai kawasan barat Alun-alun Simpang Tujuh hingga Perempatan Jember.

Ratusan lapak pedagang berjajar rapi di bawah tenda sarnafil putih, menawarkan beragam produk kepada pengunjung.

Berbagai jenis dagangan tersedia, mulai dari kuliner kekinian, pakaian, hingga produk fesyen lokal.

Meski sebagian pedagang sudah sibuk melayani pembeli, ada juga yang masih menyelesaikan penataan lapak pada awal pembukaan.

Lapak pakaian wanita tampak menjadi magnet utama. Aneka blus, gamis, dan kerudung dipajang lengkap dengan label potongan harga hingga 50 persen, membuat pengunjung silih berganti mendatangi stan tersebut.

Untuk mengantisipasi kepadatan, panitia memberlakukan pengaturan arus satu arah. Pengunjung diarahkan masuk melalui sisi selatan dan keluar lewat jalur utara.

Di sekitar gapura bertuliskan “Welcome Dandangan 2026”, suasana semakin semarak dengan kehadiran penghibur jalanan. Mereka tampil mengenakan kostum dan riasan karakter menyeramkan seperti pocong, kuntilanak, hingga tokoh Kera Sakti. Pengunjung yang ingin berfoto cukup memberikan uang seikhlasnya.

Salah seorang pengunjung, Arif Maryono asal Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, mengaku sengaja mengajak anak-anaknya berfoto bersama karakter Kera Sakti.

Ia pun memasukkan uang Rp5 ribu ke kotak apresiasi.

“Anak-anak senang, mereka juga cari nafkah. Jadi kami isi seikhlasnya,” ujarnya.

Arif menilai, nuansa Dandangan saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan dulu.

Ia menyebut jenis jajanan yang dijual kini didominasi makanan modern seperti dimsum, cumi bakar, dan es krim gulung.

“Kalau jajanan tradisional seperti martabak, onde-onde, tahu petis, atau aromanis sudah jarang ditemui,” katanya.

Lonjakan pengunjung paling terasa pada pukul 20.00 hingga 22.00 WIB. Sejumlah pedagang mengaku kewalahan melayani antrean pembeli.

Norma Yanti, pedagang jamur enoki krispi dan telur gulung, mengatakan lapaknya mulai diserbu pembeli sejak pukul 18.00 WIB. Ia bahkan membuka dua tenda untuk menampung dagangan dan peralatan.

“Harganya rata-rata Rp20 ribu per porsi,” ucapnya.

Menjelang malam larut, jumlah pengunjung justru semakin bertambah. Hingga mendekati pukul 23.00 WIB, suasana Dandangan masih dipenuhi warga yang menikmati sajian kuliner dan hiburan di sepanjang ruas jalan utama Kota Kudus. (him) 

Editor : Abdul Rochim
#Alun Alun Simpang tujuh Kudus #pedagang kaki lima #dandangan kudus #sunan kudus