KUDUS – Kirab Ritual Bwee Gee mengelilingi Kota Kudus digelar Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok Hien Bio pada Minggu (1/2) pukul 10.00 WIB.
Kirab kali ini sebagai wujud doa bersama untuk menolak bala dan memohon keselamatan bagi bangsa Indonesia.
Prosesi sakral ini menyedot perhatian warga yang memadati sepanjang rute kirab.
Pantauan di lapangan, warga terlihat berjejer di tepi jalan untuk menyaksikan rombongan kirab yang berjalan kaki mengelilingi kota.
Aparat kepolisian turut disiagakan guna melakukan pengalihan arus lalu lintas agar kegiatan tetap berjalan aman dan lancar.
Kirab berlangsung semarak dengan berbagai atraksi budaya dan ritual.
Seperti peragaan bela diri, tokoh Sun Wukong, barongsai, liong-liong, permainan musik tradisional.
Makin ramai dengan bunyi petasan yang mengiringi prosesi sepanjang perjalanan.
Penasihat Klenteng Hok Hien Bio Kudus, Liong Kuo Tjun, menjelaskan kirab keliling kota menjadi inti dari ritual Bwee Gee karena dimaknai sebagai prosesi spiritual untuk membersihkan wilayah dari energi negatif dan memohon perlindungan dari marabahaya.
Tema utama kirab kali ini adalah tolak bala untuk seluruh bangsa dan negara Indonesia.
Kita berdoa agar dijauhkan dari berbagai malapetaka, bencana alam, dan wabah penyakit,” ujarnya.
Menurutnya, prosesi keliling kota dilakukan dengan harapan para dewa berkenan mengunjungi umatnya serta memberikan berkah dan keselamatan.
Ritual ini juga menjadi ungkapan rasa syukur kepada Dewa Bumi atas kondisi Kudus yang dinilai masih dalam keadaan baik.
Pada pelaksanaan tahun ini, doa secara khusus ditekankan untuk menghadapi potensi bencana alam seperti banjir dan longsor.
Liong menyebut, momen Bwee Gee menjadi waktu penting untuk pembaharuan spiritual dan refleksi bersama.
Kirab Bwee Gee diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Kudus, Jakarta Utara, Bogor, Malang, Gresik, Bekasi, Semarang, Demak, Blora, Surabaya, Karawang, hingga Rembang.
Rombongan menyusuri rute sepanjang kurang lebih lima kilometer.
Meski melibatkan peserta lintas daerah, jumlah peserta tahun ini mengalami penurunan sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika pada tahun lalu diikuti lebih dari 60 klenteng, tahun ini tercatat sekitar 24 klenteng yang berpartisipasi.
Kirab ini merupakan bagian utama perayaan Bwee Gee yang digelar menjelang Tahun Baru Imlek, bertepatan dengan Imlek 2576 Cap Jie Gwee 14.
Titik awal dan akhir perjalanan berada di halaman TITD Hok Hien Bio Kudus, Jalan Jenderal A. Yani Nomor 10.
Dari lokasi tersebut, rombongan bergerak menyusuri Jalan A. Yani, Jalan Pemuda, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Tanjung, Jalan Sunan Kudus, Jalan Mangga, hingga kawasan Alun-alun Simpang Tujuh, melewati depan Pendapa Kabupaten Kudus dan Masjid Agung Kudus sebelum kembali ke klenteng.
Salah satu warga, Putri Nadila (22), mengaku antusias menyaksikan kirab tersebut.
“Saya tertarik lihat liong-liong dan atraksinya. Adik saya juga ikut jadi pemain liong, tadi juga banyak petasan. Kebetulan saya juga jualan di stan kirab,” ujarnya.
Kirab Ritual Bwee Gee rutin digelar setiap menjelang Tahun Baru Imlek dan menjadi simbol doa keselamatan, keharmonisan, serta harapan agar Kota Kudus dan Indonesia senantiasa dijauhkan dari mara bahaya. (dik/him)
Editor : Abdul Rochim