Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

600 Pelajar SMAN 2 Kudus Alami Gejala Usai Santap MBG, 118 Dirawat di Rumah Sakit

Abdul Rochim • Kamis, 29 Januari 2026 | 20:16 WIB
DARURAT: Salah satu siswa SMAN 2 Kudus yang diduga keracunan MBG digotong dan dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)
DARURAT: Salah satu siswa SMAN 2 Kudus yang diduga keracunan MBG digotong dan dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)

KUDUS – Ratusan siswa SMAN 2 Kudus dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa yang terjadi Kamis (29/1) ini memicu kepanikan di lingkungan sekolah, menyusul banyaknya siswa yang mengeluhkan kondisi fisik tidak normal.

Keluhan yang dirasakan para siswa beragam, mulai dari mual, pusing, lemas, diare, hingga sesak napas.

Bahkan, satu hingga dua siswa dilaporkan sempat kehilangan kesadaran dan harus mendapat penanganan medis segera.

Situasi di sekolah sempat mencekam. Puluhan ambulans hilir mudik keluar masuk area SMAN 2 Kudus untuk mengevakuasi siswa ke rumah sakit.

Sejumlah siswa tampak ditandu dan digotong menuju ambulans, sementara sebagian lainnya memadati ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Kepanikan juga terlihat saat salah satu ambulans mengalami selip ban di lapangan sekolah dan harus didorong bersama-sama oleh warga sekolah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 2 Kudus, Dwiyana, menyebut jumlah siswa yang melaporkan gejala kesehatan mencapai sekitar 600 orang.

Dari jumlah tersebut, 118 siswa harus dirujuk ke rumah sakit hingga Kamis siang.

“Sekitar 600 siswa mengeluh sakit. Sampai pukul 15.00 WIB, ada 118 siswa yang dirawat di rumah sakit,” ungkapnya.

Para siswa tersebut dirujuk ke tujuh rumah sakit berbeda di wilayah Kudus, antara lain RSUD dr. Loekmono Hadi, RS Mardi Rahayu, RS Sarkies Aisyiyah, RSI Yakis, RS Kumala Siwi, RS Kartika, dan RS Aisyiyah.

Dwiyana menjelaskan, gejala kesehatan tidak muncul langsung setelah siswa menyantap MBG.

Menu MBG dikonsumsi pada Rabu (28/1) siang, sementara keluhan baru dirasakan pada malam hari hingga keesokan paginya.

“Waktu makan siang tidak ada masalah. Keluhan justru muncul malam harinya,” jelasnya.

Tak hanya siswa, beberapa guru juga dilaporkan mengalami diare meski tidak sampai membutuhkan perawatan rumah sakit.

Pihak sekolah kemudian melakukan pendataan per kelas, dengan jumlah siswa yang mengalami gejala berbeda-beda.

Karena jumlah korban cukup besar, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus serta sejumlah puskesmas.

Puluhan ambulans dikerahkan untuk mempercepat evakuasi siswa yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Dwiyana menambahkan, pada hari tersebut SMAN 2 Kudus menerima total 1.178 porsi MBG untuk siswa dan 98 porsi untuk guru serta tenaga kependidikan.

Ia menegaskan, siswa yang tidak mengonsumsi MBG dilaporkan tidak mengalami keluhan.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Mustiko, membenarkan adanya laporan gangguan kesehatan massal sejak Kamis pagi.

Menurutnya, seluruh siswa yang mengalami keluhan telah mendapat penanganan, baik di rumah sakit maupun di UKS sekolah.

“Gejalanya beragam, mulai pusing, muntah, diare, hingga sesak napas. Semua sudah ditangani,” ujarnya.

Sejumlah siswa mengaku mulai merasakan sakit perut sejak malam setelah menyantap MBG.

Menu yang dikonsumsi diketahui berupa soto ayam suwir, tempe goreng, sayur tauge, dan sambal kecap.

Kepala SPPG penyalur MBG, Nasihul Umam, mengatakan pihaknya langsung mendatangi sekolah setelah menerima laporan sekitar pukul 07.30 WIB.

Sampel makanan dan muntahan siswa telah diambil dan dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami menunggu hasil uji laboratorium. Kami juga siap bertanggung jawab atas biaya pengobatan siswa,” tegasnya.

Ia menambahkan, dapurnya mendistribusikan lebih dari 2.100 porsi MBG ke 13 sekolah, dan hingga kini hanya SMAN 2 Kudus yang melaporkan kejadian serupa.

Terpisah, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh SPPG di Kabupaten Kudus.

Pemkab juga menyiagakan sedikitnya 50 ambulans serta meminta Dinas Kesehatan menyiapkan posko kesehatan sebagai langkah antisipasi.

“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Semua SPPG harus dievaluasi dan berkoordinasi dengan puskesmas setempat,” tegasnya. (dik/san/gal/lin)

BADAN NASIONAL
SPPG PURWOSARI

MENU Makan Bergizi Gratis

Soto Kudus
sayur (toge,seledri)
Nasi Putih
Kuah Soto
kelengkeng
Tempe goreng
Ayam Swir

Jumlah penerima: 2173 porsi

Pada hari
28 Januari 2026

Kandungan

Energi: 680,4 kkal
Lemak: 26,8 g
Protein: 33,2 g
Karbohidrat: 78,7 g
Porsi Kecil
Energi: 590,2 kkal
Lemak: 26,6 g
Protein: 31,5 g
Karbohidrat: 58,8 g

Editor : Abdul Rochim
#sesak napas #keracunan MBG di Kudus #pusing #Muntah dan Diare #keluhan keracunan MBG #SMAN 2 Kudus