KUDUS, RADARPATI.ID - Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop dan UKM) Kabupaten Kudus terus berupaya menurunkan angka pengangguran di Kota Kretek.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mentargetkan angka pengangguran berkurang hingga 3,19 persen.
Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan, dari data tingkat pengangguran terbuka di Kota Kretek pada tahun 2023 silam tercatat 3,21 persen.
Sementara pada tahun 2024 ini angka tersebut melonjak menjadi 3,25 persen.
Melihat adanya kenaikan tersebut, Pemrov Jateng memberikan peringatan kepada Disnaker Perinkop dan UKM Kudus. Agar bisa menurunkan angka pengangguran terbuka tersebut.
”Di tahun 2025 kami ditargetkan angka pengangguran terbuka bisa turun menjadi 3,19 persen,” jelasnya.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Pemkab Kudus menyiapkan beberapa. Strategi atau upaya untuk menurunkan angka pengangguran terbuka tersebut.
Rini dalam waktu dekat akan melaksanakan job fair yang diselenggarakan 16-17 Juli. Rencananya agenda pencarian bursa kerja itu diselenggarakan di Graha Mustika.
Selain job fair, para pencari kerja diberikan pembekalan pelatihan kerja. Serta peningkatan kompetensi pekerja.
”Jadi nanti pencari kerja ini akan memiliki kompetensi yang mumpuni. Serta mampu bersaing” ungkapnya.
Selain membuka pelatihan kerja, upaya lainnya adalah pembentukan sistem aplikasi pencari pekerja.
Aplikasi ini nantinya akan bekerja mempertemukan pencari kerja dan pemberi kerja.
Dengan upaya-upaya tersebut, angka pengangguran di Kabupaten Kudus bisa ditekan.
Ekonomi masyarakat akan berjalan maksimal dan mengurangi kesenjangan.
Sementara terkait naiknya angka pengangguran terbuka tersebut, dilatarbelakangi para pencari kerja telalu memilih pekerjaan.
Diketahui, beberapa perusahaan di Kabupaten Kudus ada yang kesulitan dalam mencari pekerja baru.
Hal ini dilatarbelakangi banyaknya pekerja baru pilih-pilih perkerjaan.
Di samping itu, para pekerja baru tak kuat mental menghadapi dunia kerja. (gal/him)
Editor : Abdul Rochim