
KUDUS — RS Mardi Rahayu mulai memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai salah satu sumber energi untuk mendukung kebutuhan listrik rumah sakit.
Pemanfaatan energi surya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Solar Radiance dengan skema investasi tanpa modal awal atau zero investment.
Direktur RS Mardi Rahayu, dr. Pujianto, mengatakan kebutuhan listrik rumah sakit berlangsung selama 24 jam sehingga pasokan energi harus tetap tersedia. Kehadiran PLTS dimanfaatkan terutama pada siang hari ketika sinar matahari tersedia.
“Dengan adanya PLTS, pada jam-jam ada sinar matahari, penggunaan PLN diminimalisir. Kita pakai tenaga surya,” ujar dr. Pujianto.
Meski telah menggunakan energi surya, rumah sakit tetap mengandalkan listrik PLN dan menyediakan genset sebagai sistem cadangan. Genset disiapkan untuk menjaga keberlangsungan operasional apabila terjadi gangguan pada pasokan listrik utama maupun ketika PLTS tidak menghasilkan energi yang cukup.
Menurut dr. Pujianto, genset dapat mengambil alih kebutuhan listrik rumah sakit dalam waktu maksimal sekitar delapan detik ketika terjadi gangguan.
Baca Juga: Wajib Tahu! 6 Hal yang Bikin Baterai Mobil Listrik Meledak
Tanpa Investasi Awal
Head of Business Development Solar Radiance, Billy Jayadi, menjelaskan bahwa kerja sama dengan RS Mardi Rahayu menggunakan skema zero investment.
Melalui skema tersebut, pihak rumah sakit tidak perlu menyediakan dana investasi di awal untuk pembangunan PLTS.
Solar Radiance bertanggung jawab atas pemasangan, pengoperasian, hingga pemeliharaan sistem selama masa kerja sama.
Sementara itu, rumah sakit membayar berdasarkan energi listrik yang dihasilkan PLTS.



