Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kudus Siaga El Nino, Puncak Panas Ekstrem Diprediksi Agustus–Oktober

Abdul Rochim
Penulis: Abdul Rochim❯
SIAGA: BPBD Kudus mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak pada 2024 lalu. (BPBD KUDUS UNTUK RADARPATI)
SIAGA: BPBD Kudus mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak pada 2024 lalu. (BPBD KUDUS UNTUK RADARPATI)

Advertisement

KUDUS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus mulai bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino yang diprediksi terjadi mulai April 2026 dan mencapai puncak pada Agustus hingga Oktober mendatang.

Sekretaris BPBD Kudus, Syarif Hidayah, menyampaikan bahwa prediksi tersebut berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dampak perbedaan cuaca sudah mulai terlihat di sejumlah wilayah.

”Sesuai dengan prediksi BMKG el Nino akam datang bulan ini. Perbedaam cuaca sudah kentara, semisal di daerah A turun hujan, sedangkan di daerah lainnya panas cukup terik," katanya.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD Kudus meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk desa tangguh bencana (Destana).

Advertisement

Komunikasi antarwilayah juga diintensifkan agar respons penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat.

”Kami akan meningkatan komunikasi agar koordinasi lebih cepat antar wilayah," ungkapnya.

Selain itu, BPBD juga menyiapkan peralatan penanganan bencana serta melakukan pemantauan wilayah yang dinilai rawan terdampak kekeringan akibat El Nino.

”Kami menyiapkan alat-alat penanganan bencana dan memonitoring wilayah-wilayah," ungkapnya.

Menurut Syarif, berdasarkan prediksi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), peluang terjadinya El Nino tahun ini mencapai 60 persen.

Advertisement

Artikel Terkait

Manado Tetapkan Tanggap Darurat Cuaca Ekstrem dan Kemarau hingga 21 Oktober 2026

Manado Tetapkan Tanggap Darurat Cuaca Ekstrem dan Kemarau hingga 21 Oktober 2026

Pemkot Manado menetapkan tanggap darurat cuaca ekstrem dan musim kemarau pada 8–21 Oktober 2026. Kebijakan ini menjadi langkah antisipasi dampak El Niño, terutama potensi kekeringan dan keterbatasan air bersih.

Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Mahasiswa di Kudus Salurkan 24 Ribu Liter Air Bersih

Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Mahasiswa di Kudus Salurkan 24 Ribu Liter Air Bersih

Mahasiswa UMKU menyalurkan 24 ribu liter air bersih ke Desa Setrokalangan, Papringan, dan Mijen, Kudus. Bantuan ini membantu warga menghadapi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah selama musim kemarau.

Atasi Kekeringan, Kudus Salurkan 4,5 Juta Liter Bantuan Air Bersih

Atasi Kekeringan, Kudus Salurkan 4,5 Juta Liter Bantuan Air Bersih

BPBD Kudus menyalurkan 4,549 juta liter air bersih kepada 4.478 jiwa hingga 19 Oktober 2026. Distribusi masih menyasar tujuh desa di Kaliwungu di tengah ancaman kekeringan dan potensi El Niño.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer