Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Longsor Putus Jalur Muria, Desa Tempur di Jepara Terisolasi

Abdul Rochim • Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:27 WIB
Jalur menuju Desa Tempur, Jepara terputus terimbas bencana longsor pasca hujan dengan intensitas tinggi dari kemarin, Sabtu (10/1). (FIKRI T/RADAR PATI
Jalur menuju Desa Tempur, Jepara terputus terimbas bencana longsor pasca hujan dengan intensitas tinggi dari kemarin, Sabtu (10/1). (FIKRI T/RADAR PATI

JEPARA — Akses menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, praktis terhenti setelah rangkaian longsor menutup jalur Kajang–Tempur.

Peristiwa ini terjadi menyusul hujan deras yang turun tanpa henti sejak Jumat hingga Sabtu (9–10/1), mengguyur kawasan pegunungan Muria.

Curah hujan ekstrem membuat lereng-lereng di sepanjang jalur utama tidak stabil. Tanah, batu berukuran besar, hingga pasir menimbun badan jalan.

Di sejumlah titik, aspal bahkan amblas dan hilang terbawa arus sungai yang meluap.

Dari hasil pendataan awal di lapangan, sedikitnya 18 lokasi terdampak longsor berat.

Di kawasan Basuno, misalnya, runtuhan tebing setinggi sekitar 20 meter dengan bentang 12 meter menutup jalur sepenuhnya.

Tak jauh dari sana, wilayah Leki mengalami longsor susulan yang menutup jalan sepanjang hampir 100 meter dengan timbunan material setebal lebih dari satu meter.

Kondisi serupa ditemukan di Utara Dieng.

Beberapa ruas jalan tertutup longsoran sepanjang belasan meter, bahkan di salah satu titik, badan jalan ikut runtuh akibat erosi.

Situasi paling mengkhawatirkan terjadi di sekitar Jembatan Dieng, di mana material longsor dari tebing setinggi kurang lebih 100 meter menimbun jalan hingga puluhan meter.

Meski konstruksi jembatan masih bertahan, pagar pengaman dilaporkan lenyap terseret longsoran.

Kerusakan juga meluas hingga area pertigaan dekat spot foto “Selamat Datang Tempur”.

Di lokasi ini, aliran Sungai Kali Gelis menggerus jalan hingga putus total sepanjang sekitar 50 meter. Di Kali Untuk dan Kali Bayi, longsor dari mata air membawa material campuran tanah dan batu yang menutup jalan antara 15 hingga 20 meter.

Tak hanya itu, tebing Kali Bayi setinggi sekitar 200 meter juga dilaporkan longsor, menutup akses jalan sepanjang 15 meter.

Di tanjakan Gandu, sebagian badan jalan runtuh akibat tergerus arus sungai, disusul longsor lain yang menimbun jalur dengan material setebal hingga 1,5 meter.

Kerusakan parah juga terjadi di wilayah Pule. Longsoran dari tebing setinggi sekitar 100 meter merusak badan jalan dan menghilangkan pagar pengaman.

Di Jembatan Pule, ruas jalan sepanjang 50 meter amblas dan membutuhkan pembangunan talud penahan.

Sementara di sekitar Jembatan Mbah Sujak, bongkahan batu besar menutup jembatan dan mengubah arah aliran sungai, menggerus halaman rumah warga serta badan jalan hingga kedalaman sekitar enam meter.

Selain titik-titik tersebut, longsor juga tercatat di jalur Kali Unthok menuju Dukuh Duplak, di atas area greenhouse, dan sejumlah lokasi lain.

Data ini baru mencakup longsor besar, sementara longsoran kecil yang jumlahnya sangat banyak belum seluruhnya terinventarisasi.

Akibat kerusakan masif tersebut, jalur utama menuju Desa Tempur lumpuh total.

Mobilitas warga terhenti, pasokan logistik tersendat, dan aktivitas ekonomi praktis berhenti.

Warga berharap pemerintah daerah segera menetapkan langkah tanggap darurat, membuka jalur sementara.

Serta menurunkan alat berat ke lokasi, mengingat tingkat kerusakan dinilai sangat berat dan berisiko menimbulkan dampak lanjutan. (fik/him)

Editor : Abdul Rochim
#Desa Tempur Jepara terisolasi #bencana longsor di Jepara #hujan deras di jepara